Jatah Solar Berkurang Jadi Pemicu SPBN Pengambengan Kehabisan Stok

I Ketut Suardika - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 11:44 WIB
SPBN Pengambengan Kehabisan Solar
SPBN Pengambengan Jembrana kehabisan solar sejak seminggu terakhir. (I Ketut Suardika/detikBali)
Jembrana -

Stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) Pengambengan, Jembrana, yang sejak sepekan terakhir tidak beroperasi lantaran kehabisan stok ternyata diakibatkan oleh kuota pengiriman solar yang berkurang. Hal itu menyebabkan stok solar di SPBN yang berlokasi di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Desa Pengambengan itu cepat habis sebelum akhir bulan.

"Kuota bulan September habis. Jadi kita nunggu kuota bulan Oktober dari Pertamina," kata petugas admin SPBN Pengambengan Ni Putu Dwi Tantri, saat dikonfirmasi detikBali melalui sambungan telepon, Minggu (2/10/2022).

Tantri mengaku pihaknya baru mengetahui bahwa jatah solar untuk SPBN Pengambengan sudah melebihi dari jatah kuota tahunan Pertamina. Sebelumnya, dari Januari hingga Mei, SPBN Pengambengan mendapat jatah solar sebanyak 23 kali pengiriman per bulan.


Namun, sejak Juni hingga sekarang pihaknya hanya mendapat jatah 11 kali pengiriman solar per bulan. Adapun jumlah solar yang diterima per pengiriman sebanyak 16 ribu liter.

"Ternyata tahun 2022 itu solar dijatah tahunan setiap SPBU dan SPBN. Dijatah solarnya, setiap sekian ton per tahun," ungkapnya.

Terkait pasokan solar bulan Oktober, Dwi Tantri mengaku sudah mengajukan delivery order (DO) ke pihak Pertamina. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui kapan pengiriman dilakukan dari Manggis, Karangasem.

"Kami sudah DO, tinggal menunggu kedatangan saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, SPBN Pengambengan sejak sepekan terakhir tidak beroperasi karena kehabisan stok. Kondisi ini dikeluhkan nelayan, sehingga terpaksa membeli BBM non subsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang jaraknya cukup jauh. Padahal saat ini merupakan musim tangkap ikan bagi para nelayan.

"Sudah seminggu kosong, belum datang juga. Katanya tanggal 2 (besok) datang," kata Sutikno (45), salah satu nelayan Pengambengan, saat ditemui detikBali di lokasi, Sabtu (1/10/2022).

Supaya bisa tetap melaut, Sutikno mengaku harus membeli solar nonsubsidi di SPBU lain. Dia pun mengaku pasrah, jika nanti tangkapan ikan tidak sebanding dengan biaya solar yang di keluarkan. "Akhirnya beli solar yang lebih mahal. Mau gimana lagi," imbuhnya.



Simak Video "Cara Pelajar Kenalkan Jembrana ke Penjuru Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/irb)