2021 Kasus Bunuh Diri Tertinggi 10 Tahun Terakhir di Bali

2021 Kasus Bunuh Diri Tertinggi 10 Tahun Terakhir di Bali

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Kamis, 29 Sep 2022 08:01 WIB
Psikiater sekaligus pemerhati kesehatan mental, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K)., ketika ditemui pada Rabu (28/9/2022) di Jalan Gandapura No 12 Denpasar, Bali
Psikiater sekaligus pemerhati kesehatan mental, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K)., ketika ditemui pada Rabu (28/9/2022) di Jalan Gandapura No 12 Denpasar, Bali. Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri
Denpasar -

Suryani Institute for Mental Health (SIMH) mencatat angka bunuh diri di Bali tertinggi selama 10 tahun terakhir ada pada tahun 2021 yakni sebanyak 125 kasus bunuh diri. Hal ini disampaikan oleh psikiater sekaligus pemerhati kesehatan mental, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K).

"Rata-rata usia dalam kasus bunuh diri di Bali mulai dari usia 21-59 tahun," jelas Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K), Rabu (28/9/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun detikBali dari Suryani Institute for Mental Health (SIMH), berikut rincian data kasus bunuh diri di Bali selama 10 tahun terakhir. Tahun 2013 ada 82 kasus, 2014 ada 124 kasus, 2015 ada 115 kasus, 2016 ada 91 kasus, 2017 ada 99 kasus, 2018 ada 82 kasus, 2019 ada 60 kasus, 2020 ada 68 kasus, 2021 ada 125 kasus, dan hingga 1-28 September 2022 ada 44 kasus.

Prof Suryani memandang saat ini bunuh diri seolah-olah seperti hal yang biasa dan penyelesaian yang terbaik untuk menghadapi kehidupan ini. Padahal, kata Prof Suryani, banyak filosofi yang selalu menganjurkan seseorang untuk bisa menghadapi tantangan.

"Masalahnya kecil-kecil seperti dimarahi, tidak punya teman, tidak punya uang, harga diri, sakit dan lain-lain. Kalau kita lihat masalahnya tidak terlalu besar tapi, bagi mereka itu adalah masalah sangat besar, karena memang mereka tidak mempunyai kemampuan untuk menghadapi tantangan," papar Prof Suryani.

Selain itu, beberapa faktor seperti putus asa, merasa tidak ada harapan dan tidak memiliki ruang serta seseorang untuk diajak berkomunikasi juga mempengaruhi tingkat kasus bunuh diri. Prof Suryani juga memandang bahwasanya, hal tersebut diakibatkan juga oleh pasangan suami istri yang hanya sekedar memiliki anak namun dengan tidak adanya persiapan.

"Saya lihat kehidupan di Bali ini sibuk, mereka sekedar membuat anak dan bukan mempersiapkan serta melahirkan anak berkualitas. Ini tidak sesuai dengan filosofi yang diajarkan. Konsep hidup saat ini sudah berubah dan lebih memperhatikan materi," jelas Prof Suryani.

Prof Suryani menilai banyak orang tua yang lebih memilih untuk berfokus pada mencari materi dan lebih memilih untuk menyerahkan pola asuh anak kepada kakek atau nenek hingga pembantu. Sehingga ketika itu terjadi, ruang untuk berkomunikasi dan bercanda antara orang tua dan anak pun tak ada.

Hal ini membuat seakan-akan hanya uang yang menjadi titik fokus untuk hidup bahagia padahal, kata Prof. Suryani, sebenarnya membina keluarga bahagia adalah modal seseorang bisa meraih segalanya. Ia mengatakan, pendidikan karakter bagi anak-anak sangatlah penting, khususnya pada 10 tahun pertama tumbuh kembang anak.

"Di Bali pun dalam upacara-upacara 10 tahun pertama yang mana upacaranya lengkap untuk menjaga anak menjadi orang spesial. Pembinaan anak dari kecil itulah modal kita dalam melahirkan anak-anak berkualitas," sebut Prof Suryani.

Menurutnya, dengan masih tingginya kasus bunuh diri di Bali, masyarakat haruslah merasa saling peka antara sesama. Sehingga ketika seseorang mengalami perubahan tingkah laku secara drastis, haruslah diajak berbicara dan diperhatikan.

"Semua orang atau pihak harus saling peduli. Saya analisa tingginya kasus dimulai dari diperkenalkannya KB (Keluarga Berencana) dan menggugurkan janin yang dianggap tidak masalah. Dari kepercayaan kita roh-roh ini kan tetap ada dan dari penelitian saya banyak yang mengalami gangguan jiwa karena roh tersebut mengganggu," papar Prof Suryani.




Simak Video "Dramatis! Evakuasi ABG Panjat Tiang Sutet Diduga Hendak Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/hsa)