Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyoroti kondisi Pasar Ikan Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, yang dinilai masih kurang layak dan berbau amis. Dalam kunjungannya, Sakti menekankan perlunya pembenahan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk pengelolaan limbah pasar.
"Ada beberapa yang masih kurang, kita mau perbaiki," kata Trenggono saat diwawancarai seusai meninjau langsung lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Bintaro, Ampenan, Mataram, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Trenggono, kondisi pasar ikan yang berada di sekitar KNMP Bintaro masih perlu dibenahi agar lebih layak dan higienis.
Pantauan detikBali di lokasi, belasan lapak pedagang masih menggunakan balok kayu dan atap seng. Sistem pengelolaan limbah ikan juga masih dilakukan secara manual di antara lapak-lapak pedagang.
"Pasarnya mesti dikoreksi," tegas Trenggono.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan Kementerian KKP telah memberikan sejumlah catatan terkait kondisi Pasar Ikan Bintaro.
"Untuk penataan los pasar, sampah, hingga instalasi pengelolaan air limbah, segera kami perbaiki agar bisa menjadi kawasan terpadu dengan KNMP," tegas Alwan saat diwawancarai seusai mendampingi Trenggono, Jumat.
Sebelumnya, Dinas Perikanan Kota Mataram memindahkan puluhan pedagang ikan ke Pasar Ikan Bintaro. Para pedagang tersebut direlokasi ke kompleks Kampung Nelayan Bintaro.
"Mereka harus segera pindah karena (lahan sekarang) itu lahan TPS. Dan kebetulan sudah direncanakan untuk pasar ikan ini dipindahkan ke kawasan Bintaro," kata Kepala Dinas Perikanan Mataram, Bachtiar Yulianto, sebelumnya,
Bachtiar mengungkapkan operasional pasar ikan di Pasar Ikan Bintari cukuplah singkat, yakni mulai dari pukul 5 pagi hingga 7 pagi. Dinas Perikanan Mataram sudah menyiapkan air bersih dan listrik untuk pedagang berjualan.
"Air bersih, listrik sudah ada. Untuk sanitasinya sementara pakai saluran dahulu karena darurat, pasarnya belum selesai," ujarnya.
Sementara itu, untuk menunjang kenyamanan pedagang ikan, Pemkot Mataram akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk pembangunan atap lapak. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
"Untuk pembangunan atap sekitar Rp 900 juta. Ini hanya untuk lapak-lapa saja, sementara yang di tengah belum. Kami sesuaikan dengan jumlah anggaran," jelas Bachtiar.