Round Up

Sehari 3 Bunuh Diri di Denpasar-Badung, Ada Bule Tenggelamkan Diri

Tim detikBali - detikBali
Senin, 26 Sep 2022 10:33 WIB
Lansia.di Banjar Jempanang, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung ditemukan tewas gantung diri di pos kamling. (Dok. Polres Badung)
Foto: Lansia.di Banjar Jempanang, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung ditemukan tewas gantung diri di pos kamling. (Dok. Polres Badung)
Denpasar -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan.

Kasus bunuh diri belakangan marak terjadi. Bahkan, dalam sehari di wilayah Denpasar dan Badung tercatat ada tiga kasus bunuh diri. Kasus pertama, seorang lanjut usia (lansia) di Banjar Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali bernama I Nyoman Arep (76) ditemukan tewas gantung diri di kamar cucunya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Iptu I Ketut Sudana menuturkan, lansia tersebut ditemukan gantung diri pada Sabtu, 24 September 2022 sekitar pukul 08.00 Wita di dalam kamar.


"Korban tergantung di rumahnya sendiri dengan menggunakan seutas tali plastik warna biru dengan panjang dua meter. Korban pada saat tergantung menggunakan topi warna cokelat, baju warna coklat, menggunakan celana panjang warna hitam," kata Sudana dalam keterangannya kepada detikBali, Sabtu (24/9/2022).

Awalnya, keluarga lansia tersebut bernama Ni Nyoman Asih (56) bersama I Made Wijaya (54) habis dari kerja dari ladang dan menaruh makanan.

Ni Nyoman Asih kemudian melihat ke kamar kakeknya, namun yang bersangkutan tidak ada di sana. Saat ke kamar cucunya, dia melihat sang kakek sudah tergantung.

Sudana menuturkan, tim medis dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Petang II begitu tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan, menyatakan korban sudah meninggal.

"Keterangan dari petugas medis Puskesmas Petang II bahwa korban sudah dinyatakan meninggal dunia sekitar dua jam yang lalu dengan ciri-ciri ada luka bekas jeratan melingkar di leher serta dari kemaluan keluar sperma, dubur keluar kotoran," ujar Sudana.

Lansia Gantung Diri di Pos Kamling

Seorang pria lanjut usia (lansia) di Banjar Jempanang, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali ditemukan tewas gantung diri di pos keamanan lingkungan (kamling). Lansia bernama I Nyoman Degdeg (74) itu ditemukan tewas pada Sabtu, 24 September 2022.

Lansia yang berprofesi sebagai petani tersebut ditemukan pertama kali ditemukan oleh seorang perangkat desa bernama I Wayan Sugiarta sekitar pukul 06.00 Wita.

I Wayan Sugiarta awalnya datang dari Pasar Petang. Ia kemudian melihat lansia tersebut tergantung diri di Pos Keamanan Lingkungan (Kamling) Banjar Jempanang Desa Belok/Sidan.

"Karena saksi mengetahui korban tersebut, ia langsung menghubungi anaknya yang rumahnya berdekatan dengan rumah korban," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Iptu I Ketut Sudana dalam keterangannya kepada detikBali, Sabtu (24/9/2022).

Anak dari lansia tersebut kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah ditelepon oleh perangkat desa. Selain itu, warga juga datang beramai-ramai ke lokasi.

Salah satu warga kemudian menghubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Kepala Unit Intelijen Polsek Petang yang juga warga setempat.

"Kemudian diadakan pengecekan sementara dan disaksikan keluarga maupun prajuru desa adat setempat. Namun permintaan dari keluarga agar korban diturunkan. Akhirnya korban diturunkan dengan memotong tali simpul dengan miring lalu korban diturunkan," jelas Sudana.

Usai dilakukan olah TKP, jenazah lansia tersebut langsung dilakukan upacara ke kuburan, baik dengan pembersihan dan sebagainya. Sebab berdasarkan dresta desa adat setempat tidak boleh membawa jenazah korban ulah pati ke rumah.

WNA Kanada Tenggelamkan Diri

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Kanada bernama Ian David Levine (58) diduga tewas karena bunuh diri. Pria itu diduga mengakhiri hidupnya di Villa Assia, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengungkapkan, WN Kanada itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena menderita penyakit parkinson. Penyakit itu telah diderita olehnya selama 15 tahun.

"Korban meninggal dunia diduga bunuh diri karena korban selama 15 tahun menderita sakit parkinson," kata Sukadi dalam keterangannya kepada detikBali, Sabtu (24/9/2022).

Bule Kanada Bunuh Diri di Kolam RenangFoto: Kolam renang vila di Seminyak, TKP warga Kanada diduga menenggelamkan diri. (Istimewa)

WN Kanada itu ditemukan tewas pada Sabtu, 24 September 2022 sekitar pukul 11.45 Wita. Awalnya seorang sopir travel bernama I Komang Arief Tri Sanjaya (28) tiba di depan Villa Assia sekitar pukul 11.30 Wita untuk menjemput WNA tersebut bersama temannya.

Tiba di depan Villa Assia, sopir travel tersebut langsung mengetuk pintu villa namun tidak ada yang membukakan pintu. Karena tidak ada yang merespon dari dalam vila, ia kemudian membersihkan kaca mobil.

Sopir travel bersama teman WN Kanada itu kemudian berusaha mencari keberadaan Ian David Levine di sekitar vila. Pria itu akhirnya ditemukan oleh temannya di dasar kolam renang dengan kedalaman kurang lebih 160 cm.

"Tidak ditemukan luka luka pada tubuh korban. Di Dalam kamar di atas tempat tidur ditemukan selembar surat yang ditulis oleh korban, ditemukan dua lembar browser terkait penyakit parkinson, ditemukan adanya beberapa obat yang dibawa oleh korban untuk penyakit yang korban derita," sambung Sukadi.

Menurut Sukadi, berdasarkan keterangan teman wanitanya tersebut bahwa WN Kanada itu telah menderita penyakit parkinson sejak 15 tahun lalu dan sekitar empat tahun lalu penyakitnya semakin parah. WN Kanada itu mengonsumsi obat yang dibawa dari negaranya.

"Korban mengkonsumsi obat yang dibawanya dari Kanada setiap hari dan setiap kambuh. Korban terakhir melakukan chatting dengan pacarnya menyuruh agar Komang sopirnya menjemput jam 11.30 Wita," ungkap Sukadi.



Simak Video "Dramatis! Evakuasi ABG Panjat Tiang Sutet Diduga Hendak Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)