Pertanyakan Proyek Pabrik Limbah, Warga Pengambengan Datangi Perbekel

Pertanyakan Proyek Pabrik Limbah, Warga Pengambengan Datangi Perbekel

I Ketut Suardika - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 19:39 WIB
Puluhan warga mendatangi kantor Desa Pengambengan, Kecamantan Negara, Jembrana, Bali, Rabu (28/9/2022). (I Ketut Suardika)
Puluhan warga mendatangi kantor Desa Pengambengan, Kecamantan Negara, Jembrana, Bali, Rabu (28/9/2022). (I Ketut Suardika)
Jembrana -

Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Rabu (28/9/2022) siang. Mereka mempertanyakan pabrik limbah B3 yang sudah mulai dibangun kepada perbekel.

Heru Swantoro (42), salah satu warga Banjar Munduk yang datang ke kantor desa, mengaku kecewa lantaran perbekel tidak berkordinasi dengan warga terkait pembangunan pabrik limbah tersebut. Bahkan, ia menyebut perbekel terkesan diam dan tidak melakukan sosialisasi ke warga.

"Dia (kepala desa) tidak berkordinasi kepada kami warganya. Terus dia apa fungsinya ditempatkan desa, kalau tidak ada kordinasi sama warga," tutur Heru.


Menurut Heru, seharusnya pemerintah desa maupun pihak pabrik berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga penyanding yang terdampak. Padahal, kata dia, warga setempat sudah menyatakan penolakan sejak pembangunan pabrik limbah yang pertama.

Diketahui, pabrik limbah B3 ini menjadi yang kedua di Banjar Munduk, Desa Pengambengan. Adapun pabrik kedua ini hanya berjarak sekitar 200 meter dari pabrik limbah sebelumnya.

"Ya, kami menolak. Kalau kami sebagai warga menerima perusahaan itu, nggak mungkin kami ke sini (kantor desa)," ungkapnya.

Warga lainnya, Agus Budiono (32) mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku telah berulang kali meminta penjelasan ke kantor desa terkait keberadaan pabrik limbah tersebut. Namun, hingga kini dia merasa belum pernah mendapatkan penjelasan.

"Kami hanya meminta kejelasan. Kami tidak tahu kapan sosialisasi kok sudah ada pabrik berdiri dan kami ingin tahu prosesnya," tukasnya.

Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman mengatakan pihaknya melakukan mediasi dengan pihak pabrik PT BMS. Ia menyebut, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin terkait proyek pabrik limbah tersebut.

"Kami hanya memfasilitasi permintaan untuk mediasi. Kami dari pihak Desa Pengambengan tidak pernah mengeluarkan izin apapun terkait pabrik limbah tersebut," jelasnya.

Sementara itu, pengelola atau pemegang kuasa PT BMS I Putu Gede Pande Indarjaya mengatakan pihaknya sudah berjalan sesuai prosedur. Menurutnya, proses pengurusan izin juga sudah melalui mekanisme yang berlaku.

"Jadi semua sudah terlampaui, makanya kami bisa membangun," jelasnya.

Terkait adanya warga yang menolak keberadaan pabrik limbah ini, pihaknya mengaku sangat memaklumi. Ia pun berjanji akan membuka ruang untuk berdiskusi dengan warga mencari solusi bersama.

"Kami membuka ruang seluas luasnya kepada masyarakat untuk duduk bareng ngobrol. Apapun keluhan kita cari solusi bersama," pungkasnya.



Simak Video "Tolak Pabrik Limbah B3 Dibangun, Warga Geruduk Kantor Desa Pengambengan"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)