Pertemuan TWG ke-2 di Nusa Dua Bahas Upaya Pemulihan Pariwisata

Triwidiyanti - detikBali
Jumat, 23 Sep 2022 15:40 WIB
Menteri Pariwisata RI Sandiaga Salahuddin Uno saat Opening Remarks for the 2nd Tourism Working Group Meeting, Grand Hyatt, Nusa Dua, Jumat (23/9/2022). (Foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata RI Sandiaga Salahuddin Uno saat Opening Remarks for the 2nd Tourism Working Group Meeting, Grand Hyatt, Nusa Dua, Jumat (23/9/2022). (Foto: Kemenparekraf)
Badung -

Pertemuan Tourism Working Group (TWG) ke-2 digelar di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (23/9/2022). Pertemuan tersebut menyepakati beberapa hal substantif. Di antaranya mengenai upaya pemulihan pariwisata menjadi lebih inklusif dan tangguh. Termasuk juga soal peran penting pariwisata sebagai sarana perdamaian dunia dan pembangunan ekonomi, serta sinergi antara pariwisata, dan ekonomi kreatif.

"Komunike ini akan terus kita sempurnakan," ujar Chair of G20 Tourism Working Group Frans Teguh.

Menurut Frans, Indonesia berupaya optimal untuk mendorong konsensus guna merampungkan G20 Bali Guidelines. Adapun G20 Bali Guidelines meliputi lima line of actions antara lain: pertama, human capital yang berkaitan dengan pekerjaan, skills, entrepreneurship, dan edukasi. Dari sisi ini, SDM pariwisata diharapkan mampu melihat kebutuhan dan keinginan pasar, menciptakan lapangan kerja baru, dan mampu menghadirkan nilai tambah dari produk atau jasa mereka.


Kedua, inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pada bagaimana masyarakat mampu lebih inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketiga, pemberdayaan perempuan dan pemuda. Karena perempuan dan pemuda di bidang pariwisata termasuk yang paling terpengaruh oleh pandemi. Untuk itu mereka membutuhkan dukungan yang tepat.

Keempat, climate action, biodiversity conservations, dan circular economy. Poin ini menekankan penggunaan energi, tanah, air, dan sumber daya makanan pada sektor pariwisata dapat mengurangi emisi karbon.

Kelima, kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi, dengan fokus membuat kebijakan dan langkah-langkah pariwisata yang lebih holistik guna mendukung empat pilar line of actions.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap pertemuan tersebut menghasilkan kebijakan strategis untuk pemulihan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Saya sangat senang mendengar bahwa negara-negara G20 berhasil mencapai titik temu pada sebagian besar masalah atau isu dalam Tourism Working Group, termasuk menyoroti peran pariwisata untuk mempromosikan perdamaian dan pembangunan," kata Sandiaga saat memberikan opening remarks 2nd TWG, di Grand Hyatt Hotel, Bali, Jumat (23/9/2022).

Pihaknya mengapresiasi negara-negara G20 yang pada TWG sebelumnya telah membagikan pengalaman (sharing best practice) dalam menghadapi tantangan ekonomi global, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Sandiaga, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja yang luas, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.

"Sebelum pandemi COVID-19, pariwisata menjadi salah satu sektor terpenting dalam ekonomi dunia. Menyumbang 10 persen dari PDB global dan menyerap lebih dari 320 juta lapangan kerja di seluruh dunia," imbuh Sandiaga.



Simak Video "Ekraf Indonesia Diproyeksikan Bisa Salip Korsel 5 Tahun Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)