Respons Sandiaga soal Harga Tiket Pesawat-Penerbangan ke Bali

Respons Sandiaga soal Harga Tiket Pesawat-Penerbangan ke Bali

Triwidiyanti - detikBali
Jumat, 23 Sep 2022 15:04 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. (Triwidiyanti/detikBali)
Badung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno merespons keinginan Gubernur Bali I Wayan Koster soal penurunan harga tiket pesawat. Sandiaga mengaku mendukung penambahan jumlah maskapai penerbangan ke Bali.

"Kemarin Malaysian Air menyatakan minat untuk menambahkan penerbangan, kita tingkatkan seiring dengan G20," kata Sandiaga di Grand Hyatt Nusa Dua Hotel, Badung, Bali, Jumat (23/9/2022).

Sandiaga menyebut tingkat kunjungan wisatawan ke Bali saat ini tergolong stabil. Setidaknya ada 10 ribu penumpang yang mendarat di Bali per harinya.


"Jumlah kursi kita harapkan juga meningkat, per hari ini sudah stabil di angka 10 ribu," katanya.

"Keinginan Pak Gubernur akan kami dukung sepenuhnya sehingga harga tiket berangsur turun mendekati liburan akhir tahun," lanjut politisi Gerindra ini.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat untuk menurunkan harga tiket sekaligus menambah penerbangan ke Pulau Dewata. Ia pun mengaku permintaan tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

"Saya meminta Menhub menambah penerbangan ke Bali sekaligus untuk menurunkan harga tiket supaya wisatawan yang berkunjung bisa lebih banyak," kata Koster di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/9/2022).

Koster menyebut tingginya harga tiket pesawat berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Bali. Menurutnya, apabila tiket turun maka akan lebih banyak kunjungan ke Bali.

"Kalau ke Bali berempat sekeluarga akan sangat terasa kalau misal satu tiket Rp 500 ribu maka kalau berempat Rp 2 juta kan cukup berat," ujar Koster.



Simak Video "Ekraf Indonesia Diproyeksikan Bisa Salip Korsel 5 Tahun Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)