Kremasi 14 Jenazah Telantar di RSUP Ngoerah Telan Biaya Rp 900 Jutaan

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Kamis, 22 Sep 2022 17:27 WIB
Kegiatan kremasi jenazah telantar yang dilakukan RSUP Prof Ngoerah, di Perabuan Jenazah Dharma Kerthi Pura Dalem Kerobokan, Jalan Raya Kerobokan, Kerobokan Kaja, Badung, Bali, Rabu (21/9/2022).
Kegiatan kremasi jenazah telantar yang dilakukan RSUP Prof Ngoerah, di Perabuan Jenazah Dharma Kerthi Pura Dalem Kerobokan, Jalan Raya Kerobokan, Kerobokan Kaja, Badung, Bali, Rabu (21/9/2022). Foto: RSUP Prof Ngoerah
Denpasar -

RSUP Prof Ngoerah Denpasar, Bali, melakukan kremasi 14 jenazah telantar pada Rabu (21/9/2022)-Kamis (22/9/2022). Total biaya perawatan, penyimpanan jenazah, dan kremasi 14 jenazah telantar tersebut hampir satu miliar rupiah, tepatnya Rp 931.502.000.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Krisna mengatakan, biaya kremasi jenazah yang didominasi anak-anak atau bayi tersebut, dibantu Pemda Pemprov Bali melalui Dinas Sosial Bali. Kremasi dilakukan di Perabuan Jenazah Dharma Kerthi Pura Dalem Kerobokan, Jalan Raya Kerobokan, Kerobokan Kaja, Badung.

Dewa mengaku, sejak beberapa tahun lalu RSUP Prof Ngoerah rutin menyelenggarakan kegiatan kremasi jenazah telantar setiap tahun. Prosesi kremasi jenazah sama seperti kremasi pada umumnya, namun kremasi hanya sampai tahap melarung atau nganyut di pantai.


"Jenazah telantar bisa dikremasi bila telah ada pembebasan dari Dinas Sosial atau polisi karena sudah tidak terkait proses penyidikan," kata Dewa ketika dihubungi detikBali, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, kegiatan kremasi jenazah telantar tersebut adalah wujud dukungan RSUP Prof Ngoerah dalam mendukung program pemerintah Bali, yaitu Nangun Sat Kerti Loka Bali, guna menjaga keseimbangan alam Bali.

"Program CSR RSUP Prof Ngoerah selain kremasi jenazah telantar, memberikan pelayanan VIP untuk para Sulinggih, bakti sosial, donor darah, bantuan tim medis saat bencana alam dari Aceh, Palu, Ambon, Padang, Lombok, yogyakarta, dan sebagainya," ujarnya.

Ia juga menuturkan, beberapa kali dalam proses kremasi jenazah telantar, pihak keluarga hadir tapi menyerahkan proses kremasi jenazah telantar tersebut pada negara, dalam hal ini RSUP Prof Ngoerah.



Simak Video "KuTips: Cek Keselamatan Korban Gempa di Fitur Safety Check Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)