RDF 3 TPST di Denpasar akan Dibeli Pabrik Semen Rp 300 Ribu Per Ton

RDF 3 TPST di Denpasar akan Dibeli Pabrik Semen Rp 300 Ribu Per Ton

Tim detikBali - detikBali
Selasa, 20 Sep 2022 15:30 WIB
Antrean panjang truk sampah terjadi di TPA Suwung, Denpasar, Bali. Antrean bisa sampai 7 jam karena beberapa alat di TPA Suwung tengah mengalami kerusakan.
Sampah di TPA Suwung. Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri
Denpasar -

Hasil refused-derived fuel (RDF) dari 3 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota Denpasar nantinya akan dijual ke PT Semen Indonesia TBK (Semen Indonesia Group/SIG). Hasil RDF itu akan dijual ke SIG seharga Rp 300 ribu per ton.

"Kita bersyukur (RDF) akan dibeli, katanya sampai Rp 300 ribu per tonnya." ungkap Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima audiensi detikBali, Kamis (15/9/2022).

RDF tersebut akan dibeli SIG sebagai pengganti batubara dan juga menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Denpasar. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah melakukan pembicaraan terkait hal tersebut.


"Kita sudah ada pembicaraan dengan offtaker, itu kita sudah ketemu dengan Semen Indonesia Group (atau) Semen Indonesia, itu hasil RDF-nya akan dibeli untuk pengganti batubara," kata Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima audiensi detikBali, Kamis (15/9/2022).

Namun, terlebih dahulu Pemkot Denpasar akan menyiapkan gudang penyimpanan di wilayah Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Sementara, pihak SIG disebutkan akan menyiapkan kapal tongkang pengangkut RDF di Pelabuhan Celukan Bawang dan diangkut ke Jawa Timur.

Hasil RDF akan dibawa dari TPST di Kota Denpasar secara bertahap dan berkelanjutan, baik 100 maupun 200 ton dalam setiap pengiriman. Setelah terkumpul sebanyak 5.000 ton barulah diangkut menggunakan kapal tongkang untuk dijual kepada pihak SIG.

"Makanya itu kita akan ada penjajakan juga di Celukan Bawang karena harus memiliki gudang juga. RDF-nya kita bawa ke Celukan Bawang, walaupun dia (jumlahnya) 100 ton, 200 ton, kita bawa ke sana, (sudah) kumpul ada 5000 ton, (kemudian) diangkut. Jadinya dia kan (berjalan) terus, tidak ada yang diam di sini," tuturnya.

Namun menurut Jaya Negara, masih perlu dilakukan pembicaraan secara detail terhadap rencana tersebut. Sebab hingga kini belum diketahui secara pasti pihak SIG akan membeli di lokasi mana. Hal ini juga berhubungan dengan kapal tongkang yang nanti akan dipakai pengiriman.

"Dia (SIG) belinya di sini atau di sana. Itu harus ditindaklanjuti detail lagi. Tapi dari pembicaraannya kita menyiapkan di Celukan Bawang saja. Nanti dia menyiapkan kapal nanti dinaikkan berapa ton yang diambil," jelas Jaya Negara.



Simak Video "Blokade TPST Piyungan Dibuka, Truk Sampah Boleh Masuk"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)