Lampu penerangan di kawasan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan dimatikan saat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (19/3/2026). Kawasan Cakranegara sendiri kerap disebut sebagai kampung Hindu karena didominasi oleh warga beragama Hindu.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra, menjelaskan pemadaman lampu penerangan di wilayah tersebut sudah dirapatkan bersama Wali Kota Mataram. Irfan mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi beragama di Mataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lampu jalan lingkungan tidak dimatikan. Tapi, untuk lingkungan Hindu diupayakan untuk dimatikan sementara secara mandiri jelang Nyepi. Untuk lingkungan lain, lampu tidak dimatikan," ujar Irfan, Selasa (17/3/2026).
Irfan membeberkan ada beberapa titik pemadaman lampu saat Nyepi di Cakranegara. Termasu di Jalan Cilinaya, Jalan Parikesit, Jalan Nakula, Jalan Sadewa, dan beberapa jalan lainnya.
"Pada prinsipnya untuk lingkungan Hindu diupayakan untuk mematikan lampu jalan lingkungan kalau dibutuhkan secara mandiri. Nanti bisa berkoordinasi dengan dinas melalui kelurahan," kata Irfan.
"Kalau di Cakranegara, insyaallah urusan toleransi masih terjaga dengan baik," sambungnya.
Sebelumnya, Pemkot Mataram juga memetakan beberapa jalur alternatif di sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram, NTB, saat H-1 Nyepi. Hal itu dilakukan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas saat pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di ruas jalan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pawai ogoh-ogoh akan berlangsung pada Rabu (18/3). Ia mengimbau warga yang hendak menonton pawai ogoh-ogoh untuk mengakses gang-gang kecil di sekitar Jalan Pejanggik.
"Kami imbau kepada warga yang ingin menonton ogoh-ogoh agar menggunakan jalur-jalur kolektor atau gang-gang kecil untuk memasuki lokasi pawai. Karena jalur utamanya ditutup sampai kegiatan pawai selesai," kata Zulkarwin, Senin (16/3).
Zulkarwin menjabarkan sejumlah jalur alternatif untuk menghindari kemacetan saat pawai ogoh-ogoh di Jalan Pejanggik. Misalkan dengan mengakses Jalan Bung Hatta ke arah selatan, lalu ke arah utara di Jalan Terusan Bung Hatta. Bisa pula melalui Jalan Transito hingga Jalan Sriwijaya, Mataram.
Dishub Mataram, dia berujar, akan mengerahkan puluhan personel untuk membantu kepolisian mengurai kemacetan selama pawai ogoh-ogoh berlangsung. "Nanti ada tim Dishub yang mengurai kemacetan selama pawai ogoh-ogoh," jelasnya.
Kasatlantas Polresta Mataram AKP Muhammad Puteh Rinaldi menjelaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan saat pawai ogoh-ogoh di Mataram. Adapun, simpang empat Jalan Pejanggik akan ditutup dan dialihkan ke Jalan Hos Cokroaminoto hingga Jalan Tumpang Sari.
"Di sepanjang ruas jalan yang mengarah ke Jalan Pejanggik akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 08.00-18.00 Wita," kata Puteh.
(iws/iws)