Korban Bom Bali Minta Jokowi Tinjau Pembebasan Umar Patek

Korban Bom Bali Minta Jokowi Tinjau Pembebasan Umar Patek

Triwidiyanti - detikBali
Kamis, 25 Agu 2022 15:53 WIB
Thiolina Ferawati Marpaung Ketua Yayasan Isana (Istri suami dan anak) Dewata yang juga korban bom Bali
Thiolina Ferawati Marpaung Ketua Yayasan Isana (Istri suami dan anak) Dewata yang juga korban bom Bali. Foto: ist
Denpasar -

Yayasan Isana (Istri suami dan anak) Dewata yang menaungi korban bom Bali 2022 meminta Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali soal rencana pembebasan bersyarat pelaku bom Bali Umar Patek. Hal tersebut diungkapkan ketua Yayasan Isana Dewata Thiolina Ferawati Marpaung.

Pihaknya mengaku sedih dan kecewa saat mengetahui kabar bahwa narapidana kasus bom Bali Umar Patek akan segera bebas. Menurutnya penjara 20 tahun pun sesungguhnya sangatlah kurang untuk Patek.

Korban peristiwa bom Bali pada 2002 silam ini (Bom Bali 1) kemudian meminta Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali rencana pembebasan bersyarat bagi Umar Patek. Dari segi hak asasi manusia pun menurutnya yang bersangkutan tidak berperikemanusiaan sehingga sangat tidak layak jika menghirup udara bebas.



"Saya meminta kepada pemerintah kiranya bisa mereview kembali, kenapa sih harus diberikan yang seperti itu. Kalau ditinjau dari segi hak asasi manusia lebih tidak berperikemanusiaan lagi itu beliau, karena sudah membuat masyarakat yang tidak tau apa-apa, masyarakat kecil banyak yang mati, jadinya tewas. Saya mau menyampaikan kepada pemerintah terutama pada Pak Jokowi "pak saya bukan dari masyarakat pembangkang tapi lihatlah korban bom Bali itu yang ada di Indonesia akibat luka, cacat dan kami sampai sekarang masih pergi ke dokter," ungkapnya emosional, kepada detikBali, Kamis (25/8/2022).

Ia pun kemudian merangkul para ahli hukum untuk melirik kasus ini.

"Yang mau sampaikan dari yang namanya ahli hukum di Indonesia boleh dilirik lagi. Setiap warga negara Indonesia yang mendapat remisi itu kok seru ya. Kalau menurut saya itu sebaiknya ditinjau ulang lagi bersama ahli hukum Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, kejadian seperti teroris, koruptor dan narkoba jangan diberi ampun dalam segi hukuman.

"Kalau saya sih, harusnya mendapatkan hukuman yang artinya lebih berat lagi daripada yang sekarang dan remisi itu sebaiknya tidak diberikan lagi kepada orang-orang yang tidak berperikemanusiaan itu," lanjut dia.

Sebagaimana diberitakan narapidana kasus bom Bali Umar Patek dikabarkan akan segera bebas usai mendapat remisi umum HUT RI ke-77 sebanyak 5 bulan. Umar Patek pun berpeluang bebas bersyarat pada Agustus 2022 dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong (Lapas Porong), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Diketahui Umar Patek sebelumnya direncanakan bebas pada Januari 2023.

Untuk diketahui, Umar Patek merupakan tersangka bom Bali di Ground Zero, kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali yang terjadi pada Oktober 2002 silam. Dalam peristiwa ini baik WNI dan WNA banyak yang menjadi korban.




Simak Video "PM Australia Kecewa Umar Patek Dapat Remisi Masa Tahanan"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)