Jadi Pemicu Kecelakaan, Simak Tips Menghindari Rem Blong di Jalan

Tim detikOto - detikBali
Senin, 08 Agu 2022 10:35 WIB
Sebuah minibus terguling di Jalan Raya Pusuk Sajang, Dusun Sajang Lauk, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (7/8/2022)..
Ilustrasi kecelakaan akibat rem blong - Rem blong kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, terutama ketika melalui jalan menurun. Simak tips menghindari rem blong untuk bus dan truk berikut ini. (Foto: Istimewa )
Bali -

Rem blong kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Rem blong makin berbahaya ketika hendak melalui jalan menurun.

Bahkan, berdasarkan catatan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), hampir 90 persen dari total kecelakaan truk dan bus akibat rem blong dialami di jalanan menurun. Itulah sebabnya, rem perlu mendapat perhatian untuk menghindari terjadinya hal fatal di jalan raya.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pengemudi bus atau truk untuk meminimalisasi potensi rem blong di jalanan menurun. Apa saja itu?


Senior Investigator KNKT, Achmad Wildan pernah membagikan sejumlah tips agar terhindar dari rem blong di jalanan menurun. Hal pertama yang harus dilakukan sopir adalah menggunakan gigi rendah. Hal itu dapat membantu kendaraan melaju perlahan dengan auxiliary brake (rem pembantu) berupa engine brake.

"Paling gak idealnya (sopir harus) pakai gigi 2, jangan sampai pakai gigi 3, karena itu bahaya," kata Wildan beberapa waktu lalu dilansir dari detikOto.

Selain menggunakan gigi rendah, hal berikutnya yang harus dilakukan sopir bus atau truk ketika melewati jalanan menurun adalah menggunakan exhaust brake atau rem angin.

"Exhaust brake harus diaktifkan (terus), jangan dimainkan. Biasanya exhaust brake itu dimainkan on-off, on-off, itu jangan. Nyalain aja terus, supaya bisa nahan (laju kendaraan). Jadi nanti yang menahan (laju) roda itu bukan rem, tetapi adalah mesin. Jadi akan pelan nanti dia, nggak perlu pakai rem (pedal)," imbuhnya.

Wildan mencontohkan truk-truk yang kerap melintas di sebuah fly over di Brebes, tetap bisa melaju aman dan menghindari penyakit rem blong, kendati usia truk-truk itu sudah tua. Hal itu menurutnya karena saat turunan, sang sopir menggunakan gigi rendah.

"Coba perhatikan di FO (Flyover Kretek, Brebes), itu truk-truk pengangkut tanah, truknya sudah tua-tua, muatannya juga over loading, tapi nggak pernah celaka. Kenapa? Karena pada saat turun dia pakai gigi 1, terus exhaust brake diaktifkan, bunyinya ngeng...ngeng...ngeng (ada yang menahan). Jalannya memang jadi kayak kura-kura (lambat), tapi kan selamat dia akhirnya," tukasnya.



Simak Video "Detik-detik Mobil Tabrak Sejumlah Motor-Gerobak Terparkir di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)