Tanggapan Polda Metro soal Pengajuan Penangguhan Penahanan Roy Suryo

Tim detikNews - detikBali
Minggu, 07 Agu 2022 14:59 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan merilis penahanan Roy Suryo
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (Yogi Ernes/detikcom)
Bali -

Setelah resmi ditahan terkait kasus dugaan penistaan agama hingga ujaran kebencian bernuansa SARA, Roy Suryo mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan sakit dan agar bisa berobat. Polda Metro Jaya pun menanggapi langkah yang sedang ditempuh oleh Roy Suryo tersebut.

"Permohonan untuk minta penangguhan terhadap saudara Roy Suryo memang diatur dalam peraturan hukum kita," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Minggu (7/8/2022) dikutip dari detikNews.

Zulpan mengatakan pihaknya saat ini belum menjawab pengajuan yang telah dilayangkan Roy Suryo. Dia menyebut diterima atau tidak penangguhan penahanan yang dilakukan Roy Suryo merupakan pertimbangan dari penyidik.


"Kewenangan untuk memutuskan layak atau tidak permohonan tersebut dikabulkan ada di tangan penyidik berdasarkan pertimbangan hukum terhadap kasus yang sedang dihadapi oleh tersangka. Hal ini diatur dalam KUHAP," terang Zulpan.

Dilansir dari detikNews, permohonan penangguhan penahanan itu disampaikan tim pengacara Roy Suryo pada Sabtu (6/8/2022) sore. Tim pengacara Roy Suryo menyebut upaya tersebut dilakukan karena kliennya sakit dan bukan pura-pura sakit.

"Kita mengajukan penangguhan, karena kondisi sakit, bukan pura-pura sakit," kata Elza Syarief, Sabtu (6/8/2022) dikutip dari detikNews.

Selain penangguhan penahanan, lanjut Elza, menjadi tahanan kota pun tidak apa-apa. Elza Syarief menambahkan, permohonan penangguhan penahanan tersebut dilakukan agar Roy Suryo bisa berobat.

"Penangguhan penahanan atau tahanan kota gitu nggak apa-apa," imbuhnya.

"Itu tujuannya hanya untuk supaya bisa berobat dengan rutin. Kita mohon doanya aja Pak Roy sehat," ungkapnya.

Seperti diketahui, postingan Roy Suryo soal meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Jokowi berbuntut panjang. Roy Suryo ditetapkan sebagai tersangka di kasus postingan meme stupa Candi Borobudur itu.

Roy Suryo dijerat dengan pasal penistaan agama, hingga ujaran kebencian terhadap golongan tertentu yang mengandung unsur SARA. Sejak Jumat (5/8/2022) malam tadi, Roy Suryo resmi ditahan di Polda Metro Jaya.

"Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan tadi siang (kemarin siang), penyidik memutuskan terhadap Saudara Roy Suryo Notodiprojo, sebagai tersangka kasus ujaran kebencian ini mulai malam ini dilakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Zulpan menjelaskan alasan penahanan Roy Suryo merupakan subjektivitas penyidik, salah satunya karena Roy Suryo dikhawatirkan akan melarikan diri.

"Hal ini (penahanan) dilakukan karena ada kekhawatiran dari penyidik yang bersangkutan akan menghilangkan barang bukti dan sebagainya sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 ayat 1 KUHAP," ujar Zulpan.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi, di antaranya akun Twitter @KRMTRoySuryo2 dan ponsel. Roy Suryo dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 156A KUHP dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.



Simak Video "Kilas Balik Roy Suryo Hingga Ditahan karena Meme Stupa Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/irb)