Perdana, RSUP Prof Ngoerah Lakukan Operasi Otak Tanpa Bedah Kepala

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Kamis, 04 Agu 2022 01:05 WIB
Dokter Spesialis Bedah Saraf di RSUP Prof Ngoerah, Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS(K),FICS.
Dokter Spesialis Bedah Saraf di RSUP Prof Ngoerah, Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS(K),FICS. (Foto: tangkapan layar )
Denpasar -

RSUP Prof Ngoerah atau sebelumnya lebih dikenal dengan RSUP Sanglah Denpasar, melakukan operasi stereotaktik untuk pertama kalinya. Operasi stereotaktik merupakan operasi otak tanpa membedah atau membongkar kepala pasien.

Dokter Spesialis Bedah Saraf di RSUP Prof Ngoerah, Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, Sp.BS(K),FICS., mengatakan operasi tersebut dilakukan terhadap seorang pasien berusia 4 tahun asal Papua. Kondisi pasien tersebut memiliki nanah di bagian kepalanya.

"Mudah-mudahan ini merangsang agar di RS dipasang stereotaktik sehingga RS Prof Ngoerah jadi one stop service. Sehingga pasien tak perlu dikirim ke mana-mana untuk kelainan seperti itu karena bisa di sini. Sehingga untuk kasus-kasus dengan gangguan pergerakan atau movement disorder tidak perlu jauh ke Surabaya atau Jakarta," kata Prof Sri, Rabu (3/8/2022).


Ia berharap ke depannya penanganan operasi stereotaktik bisa masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Terlebih operasi tersebut menggunakan alat dengan biaya cukup tinggi.

Sementara itu, tim bedah saraf, dr Made Gemma Daniswara Maliawan menjelaskan, melalui teknik stereotaktik tersebut, dokter dapat menjangkau lokasi nanah yang ada bagian otak dalam dengan aman dan dengan bukaan tulang yang sangat kecil. Adapun beberapa tahapan yang dilakukan dalam tindakan tersebut, di antaranya mempersiapkan alat-alat stereotaktik, pembiusan, kemudian pemasangan frame di kepala pasien berupa rangka.

Berikutnya dilakukan CT scan atau computerized tomography scan yang hasilnya dimasukkan ke software khusus untuk mendapatkan koordinat lokasi tempat yang akan dituju. Selanjutnya, kata dr Made Gemma, dilakukan perencanaan dalam software tersebut sehingga dapat menentukan lokasi teraman untuk masuk tanpa melukai area penting lainnya. Setelah tahapan tersebut terselesaikan, barulah dilakukan operasi.

"Tindakan operasinya tidak lama, mungkin 30 menit. Yang agak lama adalah persiapannya, yakni total sekitar 2-3 jam. Tindakan ini sebenarnya bisa untuk segala penyakit yang memerlukan lokasi yang tepat tanpa pergeseran atau presisi," sebut dr Made Gemma pada Rabu (3/8/2022).



Simak Video "Kesan-kesan Prilly Latuconsina Jadi Dosen di UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)