Putu Oka Sukanta hingga Penyair Turki Bakal Hadir di UWRF 2022

Tim detikHot - detikBali
Rabu, 03 Agu 2022 19:30 WIB
Ubud Writers and Readers Festival 2022
UWRF 2022 - Sastrawan Bali, Putu Oka Sukanta hingga penyair asal Turki bernama Bejan Matur bakal hadir di helatan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022. (Foto: Courtesy of UWRF)
Bali -

Sastrawan Bali, Putu Oka Sukanta hingga penyair asal Turki bernama Bejan Matur bakal hadir di helatan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022. Putu Oka Sukanta bakal membahas tentang novel triloginya yang merefleksikan kondisi politik Orde Baru. Karya Oka Sukanta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Keith Foulcher yang dirilis Yayasan Lontar tahun ini.

Dilansir dari detikHot, UWRF tahun ini kembali digelar secara offline pada 27-30 Oktober 2022. Helatan ini bakal digelar di Ubud, Bali, dengan mengundang sejumlah penulis, seniman, aktivis, dan narasumber lainnya. Ajang bergengsi bagi para penulis ini sempat digelar secara virtual selama dua tahun karena pandemi COVID-19.

"Kami senang bisa mengadakan festival UWRF 2022 secara langsung, di mana kita dapat berinteraksi secara lebih dekat," kata pendiri dan Direktur UWRF, Janet DeNeefe.


Selain mendatangkan Putu Oka Sukanta, UWRF tahun ini juga akan dihadiri oleh novelis Norman Erikson Pasaribu. Dia dikenal sebagai salah satu emerging writers atau penulis pendatang baru di UWRF 2015.

Buku kumpulan cerita pendek Norman yang berjudul Happy Stories, Mostly masuk ke dalam daftar panjang International Booker Prize 2022. Cerpen-cerpennya pun menjadi pembicaraan internasional.

Ahmad Fuadi seorang novelis dan jurnalis juga hadir di UWRF 2022 dan akan membicarakan soal Komunitas Menara, yayasan sosial yang didirikan untuk membantu mendidik anak-anak kurang mampu di Indonesia. Berikutnya sutradara Kamila Andini juga bakal membahas mengenai film terbarunya Yuni.

Tak hanya nama-nama dalam negeri, UWRF juga bakal mendatangkan sederet nama beken internasional. Sebut saja jurnalis asal AS, Carla Power yang bakal membicarakan mengenai buku barunya Home, Land, and Security.

Penyair asal Turki bernama Bejan Matur juga dipastikan hadir di ajang UWRF 2022. Karya musik dan syairnya melibatkan mitologi dan mistisisme yang membawanya mendapatkan penghargaan.

Selanjutnya ada Osman Yousefzada yang bakal berbagi cerita di balik buku pertamanya The GO-Between. Karya tersebut merupakan memoar yang mendokumentasikan masa kecilnya tumbuh di antara komunitas migran.

Lalu ada Nawaaz Ahmed yang mengeksplorasi politik melalui novel debutnya Radiant Fugitives dan menjadi finalis untuk PEN/ Faulkner Award untuk Fiksi 2022. Tak ketinggalan Kyle Moore-Gilbert yang dijadwalkan berbicara soal memoar terbaru The Uncaged Sky usai dibebaskan dari bui.

Tahun ini, UWRF mengusung tema filosofi Jawa 'Memayu Hayuning Bawana'. Penyelenggara UWRF mengaku senang bisa menyambut lagi pencinta seni untuk datang ke Ubud.

"Dengan senang hati menyambut kembali pengunjung ke Ubud untuk diskusi yang intim dari pembicara utama yang bercerita tentang diri mereka sendiri, komunitas mereka, dan tempat mereka di alam semesta, dan bagaimana kisah-kisah ini menghubungkan kita secara lintas budaya," kata Janet DeNeefe seperti dikutip dari detikHot.



Simak Video "Kesan-kesan Prilly Latuconsina Jadi Dosen di UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)