Terungkap di Balik Penyakit yang Paling Bikin Tekor BPJS Kesehatan

Tim detikHealth - detikBali
Rabu, 27 Jul 2022 11:38 WIB
Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit atau BPJS Kesehatan
Foto: Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit yang ditanggung BPJS Kesehatan (Getty Images/iStockphoto/Amorn Suriyan)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung merupakan penyakit paling mematikan sekaligus paling banyak ditanggung hingga bikin tekor BPJS Kesehatan. Mirisnya, fasilitas penanganan sakit jantung kini masih terbatas di sejumlah daerah wilayah Indonesia.

"Penyakit yang paling banyak menyebabkan kehilangan nyawa dan paling banyak tagihan di BPJS itu adalah penyakit jantung, heart disease," kata Menkes dalam peluncuran Indonesia Health Services (IHS) dengan nama baru SATUSEHAT, Selasa (26/7/2022).

Lanjut menkes, meski penyakit jantung paling mematikan dan paling mahal biaya penanganannya, fasilitas penunjang ternyata masih terbatas. Dari 37 provinsi yang ada saat ini, 6 di antaranya belum bisa melakukan pemasangan ring jantung.


"Untuk layanan rujukan penyakit paling banyak jantung. Jadi, jantung intervensinya pasang ring," tutur Menkes Budi.

"Jadi catatan dari harapan kita, itu ada Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, Papua Barat, belum bisa pasang ring," ucapnya lagi.

Selain terkendala alat, pemerataan layanan pasang ring jantung juga terkendala sumber daya manusia. Menkes menyoroti masih terbatasnya ketersediaan dokter spesialis, baik jantung maupun anestesi.

"Aku dalam hati garuk-garuk kepala, kita ngapain aja 30 tahun yang lalu, 75 tahun kita merdeka masih ada enam provinsi yang tidak bisa melayani basic heart disease service to save their life. Sehingga dari situ kita bisa bilang ini mesti diberesin layanan rujukan," kata Budi.



Simak Video "Menkes Sebut Masih Banyak Pengidap Jantung Tak Bisa Pasang Ring"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/iws)