Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Bentrokan di Pedungan Denpasar

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Rabu, 22 Jun 2022 13:34 WIB
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana. (Foto: I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)
Denpasar -

Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Selatan menetapkan tiga tersangka terkait kasus bentrokan antar-kelompok. Bentrokan itu terjadi di Jalan Pulau Roti, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Selasa (21/6/2022) dini hari.

"Sudah kita menetapkan tersangka. Ada tiga yang sudah kita tetapkan tersangka," kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana saat dihubungi detikBali melalui sambungan telepon, Rabu (22/6/2022).

Seperti diketahui, sebelumnya pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 14 orang saksi atas kasus bentrokan antar-dua kelompok tersebut. Dari 14 orang yang telah diperiksa tersebut, tiga orang akhirnya dijadikan sebagai tersangka.


Menurut Teja, ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu dilaporkan oleh korban. Korban mengaku dianiaya dengan cara dipukul dengan tangan kosong oleh ketiga tersangka. Setelah diperiksa, ketiga orang yang dijadikan tersangka terbukti melakukan pemukulan terhadap korban.

"(Mereka yang ditetapkan tersangka) yang terbukti memiliki korban, (terbukti) menganiaya korban," jelas Teja.

Sayangnya, Teja belum memberikan identitas ketiga orang yang telah ditetapkan tersangka. Namun yang pasti, ketiga tersangka diganjar dengan Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman paling lama dua tahun delapan bulan penjara.

Meski telah menetapkan tersangka, Teja menegaskan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya penetapan tersangka tambahan dalam kasus tersebut.

"Ya, masih kita dalami lagi apakah masih ada yang terlibat dalam penganiayaan ini. Karena kan kemarin masih terkendala saksi, jadi yang baru terhubung tiga ini yang masih saling nyambung pengakuannya. Jadi masih tahap lidik terkait dengan kemungkinan ada tambahan tersangka," jelas Teja.

Sebelumnya, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas menegaskan, proses hukum mengenai bentrokan kedua kelompok tersebut terus berjalan. Pihaknya membentuk tim guna mengungkap pelakunya.

"Yang jelas setiap ada kegiatan, kita lakukan pertama penegakan hukumnya. Kita bentuk tim, tersangka sudah kita kantongi, tinggal kita tangkap. Kita pemeriksaan saksi -saksi," kata Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).

Selain itu, Polresta Denpasar juga melakukan pertemuan dengan Forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) terkait dengan bentrokan tersebut. Bambang menyebut, pertemuan dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa tak meluas.

"Kita berdayakan Sipandu Beradat supaya permasalahan tidak meluas dan sesama antar-pihak tidak mengulangi lagi, itu yang terpenting pencegahan ke depannya," jelas Bambang.



Simak Video "Gegara Narkoba, Pria Ini Terpaksa Menikah di Kantor Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)