Bali Target Kunjungan 1,5 Juta Wisman Saat G20

Triwidiyanti - detikBali
Selasa, 21 Jun 2022 09:40 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Triwidiyanti
Bali -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Sallahudin Uno mengatakan, Bali menargetkan kunjungan 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) saat kegiatan G20 yang akan digelar pada November mendatang. Sementara untuk target wisatawan nusantara sebanyak 7 juta kunjungan.

"Jadi keseluruhan mungkin hampir sembilan juta, yang akan ditingkatkan adalah lama di Bali dan jumlah belanja berkualitas," ucapnya, kepada wartawan usai pertemuan bersama Wagub Bali, Kepala BI Bali, dan BPPD, Senin (21/6/2022) malam.

Dikatakan Sandiaga, Pulau Bali secara global tengah diancam krisis pangan dan energi akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia kurang lebih 2,5 tahun. Untuk itu, pihaknya menggunakan spirit kewirausahaan menarget 1,5 juta kunjungan wisman dan membuka peluang ekonomi di Bali. Menunjang terwujudnya target ini, jelasnya, pemerintah mengerahkan sekitar 400 UMKM yang diakomodasi di 40 hotel tempat delegasi G20 menginap.


"Bali memang menjadi top of mine dengan era digital marketing, kita promosi, di tengah anggaran promosi menurun, kita gunakan spirit kewirausahaan. Target 1,5 juta mengarah kepada kuantitas sebelum krisis. Sehingga dapat membuka peluang ekonomi dan kerja, khususnya peluang kerja sektor wisata dan ekonomi kreatif di Bali," katanya.

Di sisi lain, harga tiket yang melambung menjadi salah satu faktor turunnya kunjungan wisatawan datang ke Bali. Hal ini disebabkan jumlah penerbangan yang masih sedikit. Meski begitu, kondisi ini menurutnya tidak menjadi masalah signifikan karena Pulau Bali sudah memiliki daya magis tersendiri.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho memaparkan, target 1,5 juta wisman ini asumsi jika pesawat terbang setiap hari.

"Itukan proyeksi, moga-moga bisa sampai dua juta ya, kita proyeksikan, tidak hanya Bank Indonesia ya, Bappenas dan UNDW. 2023 belumlah, posibility (kemungkinan) 2024 bisa kembali normal," ujarnya.



Simak Video "Strategi Sandiaga Uno Tekan Dampak Kenaikan BBM di Industri Pariwisata"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)