Wabah Chikungunya Karangasem

Hasil Cek Puskesmas: 313 Warga Ujung Pesisi Diduga Kena Chikungunya

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Kamis, 09 Jun 2022 11:03 WIB
Petugas dari Puskesmas Karangasem 2 saat melakukan pengecekan dan pendataan ke rumah-rumah warga yang ada di lingkungan Ujung Pesisi
Foto: Petugas dari Puskesmas Karangasem 2 saat melakukan pengecekan dan pendataan ke rumah-rumah warga yang ada di lingkungan Ujung Pesisi. (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Kelian Banjar Dinas Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Yatimin mengungkapkan dari pendataan yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Karangasem 2 terdapat 313 warga yang mengalami gejala nyeri sendi, demam hingga lumpuh sementara, sehingga diduga kuat terkena chikungunya.

"Dari hasil pendataan hari ini dari 1.046 jiwa yang ada di Lingkungan Ujung Pesisi sekitar 30 persen warga atau 313 jiwa diduga terkena chikungunya, karena mereka pernah mengalami gejala nyeri sendi, demam hingga lumpuh sementara," kata Yatimin, Kamis (9/6/2022).

Berdasarkan pantauan detikBali, belasan petugas dari Puskesmas Karangasem 2 nampak melakukan pengecekan dan pendataan kepada ratusan warga Lingkungan Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem yang mengalami nyeri sendi, demam hingga lumpuh sementara. Dari hasil pengecekan tersebut, Kepala Puskesmas Karangasem 2 dr. I Gede Putu Dera Eka Adnyana mengatakan bahwa ratusan warga tersebut diduga kuat terkena chikungunya.


"Dari hasil pengecekan yang kita lakukan ke warga yang pernah mengalami nyeri sendi, demam hingga lumpuh sementara memang diduga terkena chikungunya. Tapi ini baru dugaan belum bisa kita pastikan, karena untuk memastikan apakah benar chikungunya atau tidak, kita perlu melakukan cek lab," kata dr. Dera Eka Adnyana, Kamis (9/6/2022).

dr. Dera Eka Adnyana mengatakan tujuan para petugas dari Puskesmas Karangasem 2 mendatangi rumah warga yang ada di Lingkungan Ujung Pesisi adalah untuk melakukan pengecekan dan pendataan terhadap warga yang pernah mengalami nyeri sendi, demam hingga lumpuh sementara.

Di lokasi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk di sana. Selain itu, lanjut mengedukasi warga agar selalu menjaga kebersihan agar jangan sampai nyamuk dapat berkembang biak.

"Virus chikungunya dibawa oleh nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Tapi penyakit ini dapat sembuh sendiri dan gejalanya memang nyeri sendi, demam dan yang terberat bisa sampai mengalami lumpuh sementara. Tapi setelah hari ketujuh sudah membaik," kata dr. Dera Eka Adnyana.

Setelah melakukan pengecekan dan pendataan terhadap warga yang ada di Lingkungan Ujung Pesisi yang diduga terkena chikungunya, nantinya akan dilaporkan dulu ke Dinas Kesehatan Karangasem agar bisa dilakukan langkah-langkah berikutnya.

"Nanti kita rencanakan akan lakukan penyemprotan untuk dapat membunuh nyamuk dewasa, serta tadi juga kita sudah membagikan bubuk abate kepada masyarakat yang ada di Lingkungan Ujung Pesisi untuk ditaburkan di tempat-tempat penampungan air agar dapat membunuh jentik nyamuk," kata dr. Dera Eka Adnyana.



Simak Video "Waspada! Kasus DBD di Jembrana Bali Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)