Resmi, BUMDes di Tabanan Kini Bisa Jadi Penyalur Migor Curah

Chairul Amri Simabur - detikBali
Sabtu, 04 Jun 2022 08:09 WIB
Minyak goreng curah
Ilustrasi - Resmi, BUMDes di Tabanan Kini Bisa Jadi Penyalur Migor Curah. (Foto: Dok.detikfinace)
Tabanan -

Kini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa menjadi penyalur minyak goreng curah dan dapat mendistribusikan ke wilayah-wilayah pelosok di Tabanan. Hal itu dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan sebagai upaya mempersingkat rantai distribusi minyak goreng curah.

Digandengnya BUMDes di Tabanan untuk menjadi penyalur minyak goreng curah itu telah melalui beberapa pembahasan. Termasuk dalam rapat lanjutan yang digelar pihak TPID Tabanan bersama enam subdistributor atau agen minyak goreng curah di Tabanan pada Jumat (3/6/2022).

Keenam subdistributor atau agen sepakat memberikan harga minyak goreng curah kepada BUMDes di bawah harga eceran tertinggi (HET). Dengan demikian, BUMDes yang ada di wilayah pelosok bisa menjual minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat yakni Rp 15.500 per kilogram.


"Tadi sudah kami rapatkan. Tadi sudah disepakati agen-agen di Tabanan," ujar Ketua TPID Tabanan, I Gede Susila, Jumat (3/6/2022).

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan ini mengatakan, keenam subdistributor atau agen ini akan memberi prioritas kepada BUMDes untuk mendistribusikan minyak goreng curah. "Agar harga yang diterima masyarakat sesuai HET," katanya.

Ia menambahkan, TPID dibantu TNI/Polri setempat akan mengawasi proses distribusinya nanti. Dengan hasil rapat tersebut, pihaknya mempersilahkan BUMDes yang sudah siap untuk melakukan proses distribusi minyak goreng curah ke warung-warung di desanya masing-masing.

"Yang BUMDes-nya sudah siap silahkan bergerak langsung," ujarnya.

Ia menjelaskan, selain menyalurkan langsung kepada masyarakat, BUMDes juga boleh mendistribusikan ke seluruh warung yang ada di desa masing-masing. Namun dengan catatan, harga yang sampai di masyarakat tetap sesuai HET.

"Saya juga sudah sampaikan tidak boleh melebihi jatah. Misalnya dapat lima kilogram, jangan ambil lebih," sebutnya.

Melebihi dari jatah itu, apalagi menjual di atas HET, pihaknya akan menyampaikan ke agen atau subdistributor untuk tidak melayaninya. "Atau diberikan sanksi agar tidak bisa membeli ke agen manapun lagi," pungkas Susila.



Simak Video "Warga soal Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi: Ada-ada Saja! "
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)