Sempat Dirawat 2 Hari, Satu Pasien DBD di Karangasem Meninggal Dunia

Selamat Juniasa - detikBali
Rabu, 11 Mei 2022 14:24 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
ilustrast nyamuk demam berdarah. (Foto: thinkstock)
Karangasem -

Satu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karangasem atas nama I Kadek Sudiastika (10) asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/5/2022)

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan secara intensif di sebuah Rumah Sakit Kawasan Karangasem sejak dua hari yang lalu. Tapi, setelah mendapat perawatan selama dua hari nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Salah satu keluarga korban, Ni Nengah Sunarti saat ditemui detikBali mengatakan bahwa awalnya yang terkena DBD adalah kakak korban atas nama Ni Luh Nita Astiti Dewi.


Namun berselang tiga hari setelah kakaknya masuk rumah sakit, kemudian disusul oleh korban yang juga dinyatakan terkena DBD.

"Awalnya korban hanya menderita demam biasa tapi saat ikut menjenguk kakaknya yang sedang dirawat, salah satu perawat yang ada di Rumah Sakit tersebut menyuruh korban untuk diperiksa karena wajahnya terlihat sangat pucat," kata Sunarti.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban akhirnya juga dinyatakan terkena DBD, kemudian korban langsung dirawat secara intensif disana karena saat dilakukan pemeriksaan trombositnya sudah dinyatakan sangat rendah.

"Setelah dirawat secara intensif sejak dua hari yang lalu, kemarin sore korban masuk ruang ICU karena trombositnya semakin rendah dan darahnya dinyatakan sudah sedikit menggumpal kemudian tadi pagi sekitar pukul 06.00 WITA korban dinyatakan meninggal dunia," kata Sunarti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama saat dihubungi terkait kasus ini mengaku belum menerima laporan secara resmi, tapi jika informasi lisan pihaknya mengaku sudah menerima bahwa ada salah satu pasien yang meninggal dunia yang diduga karena DBD.

"Saya belum berani memberikan keterangan secara resmi, karena saya belum menerima laporan secara resmi terkait kasus ini tentang berapa hari dirawat, gejalanya seperti apa dan yang lainnya karena memang belum ada data yang masuk secara resmi sampai saat ini," kata Putra Pertama.




Simak Video "Waspada! Kasus DBD di Jembrana Bali Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)