Waspada Hepatitis Serang Anak-anak, Kadiskes Bali: Jaga Imun

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 08 Mei 2022 08:50 WIB
HEPATITIS written on a wooden block near a stethoscope, syringe and pills on a blue background. Medical concept
ilustrasi hepatitis (Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Denpasar -

Kasus hepatitis akut misterius kini tengah menjadi perhatian dunia. Khusus di Indonesia, sudah ada laporan tiga orang anak yang terserang penyakit tersebut hingga meninggal dunia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Sanglah, Gde Somayana menjelaskan gejala penyakit hepatitis diantaranya badan akan lemas, mual, sakit perut, tidak ada nafsu makan dan demam selama satu sampai dua minggu.

Meskipun setelah dua minggu tersebut pasien akan merasa lebih baik, namun biasanya akan diikuti matanya berwarna kuning.


"Itu adalah pola khas bagi pasien hepatitis akut apapun penyebabnya. Tetapi ada juga gejala yang tidak khas. Mereka mengalami mual, tidak nafsu makan tapi matanya tidak kuning. Pada anak-anak jarang matanya akan kuning dibandingkan dengan orang dewasa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom pada Jumat (6/5/2022) mengatakan hingga kini belum menemukan laporan adanya kasus hepatitis akut tersebut di Bali.

"Saya sudah koordinasi dengan teman-teman kepala dinas kesehatan di kabupaten kota dan puskesmas-puskesmas untuk terus memantau agar kita tidak kecolongan nantinya," sebutnya.

Pihaknya pun berupaya mengedukasi masyarakat mengenai gejala hepatitis akut.

Target edukasinya pun menyasar orangtua yang memiliki anak-anak usia dibawah 16 tahun.

"Kemungkinan ini virus baru dan menyasar anak usia satu bulan hingga 16 tahun. Kalau kasus di luar negeri kisarannya yang terinfeksi adalah anak usia 11 bulan sampai 5 tahun," kata I Nyoman Gede Anom.

Mengingat penyebaran penyakit ini melalui pencernaan dan saluran pernapasan, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menjaga dan tetap berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Pola hidup bersih dan sehat sangatlah penting. Jadi, intinya saat ini bersama-sama kita menjaga imun anak agar terhindar dari penyebab hepatitis akut yang hingga kini belum diketahui penyebabnya," sebutnya.

Virus ini, kata I Nyoman Gede Anom, berkaitan dengan imun tubuh. Jika imun orang tua atau anak-anak rendah maka kesempatan virus untuk menyebar akan jadi lebih cepat.

"Kita tetap waspada karena ini penyakit baru dan intinya jangan sampai masyarakat kita resah. Kami di dinas kesehatan dari provinsi sampai kabupaten/kota tetap akan memantau terus-menerus," ungkapnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat jika merasakan atau menemukan seseorang dengan gejala yang mengarah kepada hepatitis akut untuk segera menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengantisipasi dan mengobati sedini mungkin.



Simak Video "Epidemiolog: Hepatitis Akut Misterius Tidak Bisa Diabaikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)