detikNewsSabtu, 25 Jul 2026 13:36 WIB
BULOG Berhasil Serap 3,5 Juta Ton Setara Beras Petani
Perum BULOG mencatat pengadaan beras dalam negeri mencapai 3,5 juta ton, mendukung ketahanan pangan dan swasembada berkelanjutan.
detikNewsSabtu, 25 Jul 2026 13:36 WIB
Perum BULOG mencatat pengadaan beras dalam negeri mencapai 3,5 juta ton, mendukung ketahanan pangan dan swasembada berkelanjutan.
detikSumbagselRabu, 03 Jun 2026 17:21 WIB
Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel serap 99.466 ton gabah setara beras, mendukung ketahanan pangan nasional. Target 4 juta ton tahun ini optimis tercapai.
detikBaliJumat, 27 Mar 2026 10:34 WIB
Perkara korupsi pengadaan beras ASN di Perumda Dharma Santhika Tabanan dekati putusan. Terdakwa utama wafat, namun proses hukum terhadap lainnya tetap lanjut.
detikFinanceMinggu, 15 Mar 2026 03:55 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman buka suara menjelaskan kondisi cadangan beras pemerintah jelang Lebaran.
detikSumbagselSelasa, 10 Feb 2026 19:40 WIB
Perum Bulog Sumsel Babel menyerap 28.422 ton gabah petani untuk stabilitas harga dan kesejahteraan. Harga pembelian ditetapkan Rp 6.500 per kg.
detikFinanceSenin, 26 Jan 2026 23:00 WIB
Perum Bulog telah memulai penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak awal 2026.
detikSumbagselRabu, 31 Des 2025 10:00 WIB
Bulog Sumsel Babel berhasil melampaui target pengadaan beras 2025, mencapai 141.321 ton. Capaian ini dukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
detikBaliKamis, 04 Des 2025 21:18 WIB
Sidang korupsi pengadaan beras ASN Tabanan menghadirkan tujuh saksi. Terungkap kerugian negara Rp 1,82 miliar akibat beras tidak sesuai kualitas.
detikBaliKamis, 27 Nov 2025 17:45 WIB
Tiga terdakwa korupsi pengadaan beras ASN di Tabanan diadili, menyebabkan kerugian negara Rp 1,85 miliar. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Denpasar.
detikBaliRabu, 15 Okt 2025 16:07 WIB
Kejari Tabanan menetapkan tiga tersangka korupsi pengelolaan beras Perumda Dharma Santhika, merugikan negara Rp 1,85 miliar. Proses penyidikan masih berlanjut.