
Jelang Lebaran, Banjir Rendam 16 Desa di Ngawi
Banjir melanda 16 desa di Kabupaten Ngawi menjelang Lebaran, merendam rumah dan sawah. Sebagian wilayah mulai surut, warga diminta waspada.
Banjir melanda 16 desa di Kabupaten Ngawi menjelang Lebaran, merendam rumah dan sawah. Sebagian wilayah mulai surut, warga diminta waspada.
Banjir merendam 6 desa di Kecamatan Kwadungan Ngawi jelang lebaran. Banjir dengan ketinggian 25 cm hingga 30 cm juga merendam jalanan utama jalur antarkecamatan
Empat desa di Ngawi terendam banjir setinggi 40 cm akibat luapan Sungai Madiun. Arus lalu lintas terganggu, kendaraan dialihkan ke perkampungan.
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo merendam 168 rumah di Ngawi. Rumah-rumah terdampak tersebar di 19 desa yang berada di tujuh kecamatan.
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo merendam 168 rumah di Ngawi. Warga diungsikan, dan bantuan sembako disalurkan untuk meringankan beban mereka.
Dinas PUPR Ngawi menjelaskan viralnya aspal terkelupas akibat banjir. Proyek jalan sepanjang 10 km baru selesai Desember 2024 dengan anggaran Rp 7 miliar.
Banjir di Jalan Raya Kendal Jogorogo merusak aspal, viral di media sosial. Warga bergotong royong memindahkan potongan aspal yang terkelupas.
Banjir yang merendam 26 desa di 7 Kecamatan di Ngawi telah surut. Namun begitu, warga diimbau untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi.
Banjir di Ngawi meluas hingga ke 35 desa. 35 Desa tersebut tersebar di enam Kecamatan sepanjang aliran bengawan Solo dan Sungai Madiun.
Cuaca ekstrem menyebabkan banjir di Kwadungan Ngawi. Banjir yang merendam jalan raya di dua titik itu membuat arus lalu lintas dialihkan.