Makanan khas Sumatera Barat tidak hanya tersohor dengan rendang atau sate padangnya yang mendunia. Jika detikers menjelajahi kekayaan kuliner inangkabau, detikers akan menemukan pancake khas Minang yang bernama pinukuik.
Camilan tradisional ini memiliki bentuk bulat berwarna putih dengan cita rasa yang unik dan tekstur yang memanjakan lidah. Mengutip artikel dalam Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan berjudul "Kemas Ulang Informasi Jajanan Tradisional di Kabupaten Pesisir Selatan" karya Yulvina P. S. dan Nurrizzati, pinukuik merupakan jajanan tradisional khas dari Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.
Ingin tahu lebih dalam tentang pinukuik serta resepnya? Yuk, simak informasinya di bawah ini!
Mengenal Pinukuik
Secara etimologi, kata "pinukuik" berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti "ditekan-tekan". Nama ini merujuk pada proses pembuatannya yang memerlukan tekanan pada adonan untuk menghasilkan tekstur kenyal dan empuk yang konsisten.
Kuliner ini terbuat dari campuran tepung beras dan kelapa parut yang dipadukan dengan gula, garam, dan aroma wangi dari daun pandan. Hasilnya adalah perpaduan rasa gurih kelapa yang kuat dengan sentuhan manis yang pas.
Biasanya, masyarakat menyantapnya sebagai camilan di pagi atau sore hari ditemani secangkir teh tarik, kopi, atau air kelapa muda. Karena rasanya yang lezat, kuliner ini sangat diminati baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan sebagai teman perjalanan atau oleh-oleh.
Namun, karena menggunakan bahan santan, kue ini memiliki daya tahan yang terbatas dan tidak bisa disimpan terlalu lama di suhu ruang.
Simak Video "Video Top 5: Temon Meninggal Dunia hingga Model Rusia yang Mirip Haaland"
(astj/astj)