Hujan lebat yang terjadi di Kota Padang menyebabkan banjir di sejumlah titik. Banyak warga meminta bantuan evakuasi, termasuk pelajar SMP Negeri 27 Padang yang terkurung di sekolah.
Pantauan detikSumut, laporan banjir muncul dari berbagai kecamatan, terutama lokasi rawan banjir seperti Kuranji, Padang Selatan dan Koto Tangah. Air yang tidak tertampung di beberapa sungai mulai menggenangi wilayah pemukiman masyarakat dan menggenangi rumah-rumah warga.
"Kondisi sekarang (air) sudah masuk rumah. Di luar sudah sangat tinggi, hampir setinggi dada orang dewasa," kata salah seorang warga Sungai Sapih Kuranji, Swari Arfan kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, untuk saat ini ia sedang mencoba menyelamatkan berbagai barang yang bisa diselamatkan agar tidak terendam air. Selain di Kecamatan Kuranji, banjir juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan ;Pauh.
Di Pauh, beberapa fasilitas umum yang baru diperbaiki pascabanjir November 2025 lalu juga terancam rusak kembali. Salah satunya adalah jembatan Gunung Nago yang sempat hanyut dan baru dibangun kembali usai bencana besar November lalu.
Sementara itu, sebuah video memperlihatkan kondisi di SMP Negeri 27 Padang yang sudah kebanjiran. Gedung sekolah sudah dipenuhi air. "Mohon bantuan evakuasi, karena tidak bisa kemana-mana," kata salah seorang guru dalam video tersebut.
Permintaan evakuasi juga datang dari banyak lokasi, karena kondisi air yang semakiin mengkhawatirkan. Basarnas Padang mengaku sudah menurunkan tim untuk evakuasi.
"Kami mendapatkan beberapa laporan soal banjir yang terjadi hari ini dan tim sudah kami bentuk untuk melakukan evakuasi," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik kepada wartawan.
Ia mengatakan harus membagi personel yang ada untuk melakukan evakuasi di beberapa titik lokasi yang terjadi banjir. Hingga pukul 16.00 WIB, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi.
