9 Takjil Khas Minang yang Wajib Dicoba Saat Ramadan 1447 H

Sumatera Barat

9 Takjil Khas Minang yang Wajib Dicoba Saat Ramadan 1447 H

Aisyah Luthfi - detikSumut
Selasa, 24 Feb 2026 12:51 WIB
Manis Legit! 5 Bubur Kampiun Komplet Ini Cocok untuk Buka Puasa
Foto: Ilustrasi. Bubur Kampiun. (dok. Istimewa)
Padang -

Sumatera Barat tidak hanya terkenal dengan rendang dan nasi kapau. Pada bulan suci Ramadan, Ranah Minang berubah menjadi surga kuliner dengan ragam jajanan pasar yang menggugah selera tepatnya di pasar pabukoan (pasar takjil).

Mengutip buku "Jelajah Kuliner: Mengenal Lebih Dekat Kuliner Sumatera Barat" karya Muhammad Ichsan Ahzami dan Mutiara Cahya Haryanti, setiap kawasan di Sumatera Barat memiliki ciri khas makanannya sendiri. Misalnya, Kota Padang terkenal dengan bengkuang, Bukittinggi dengan kerupuk sanjai, Payakumbuh dengan galamai dan batiah, hingga Pariaman dengan sala lauak-nya.

Nah, makanan-makanan khas tersebut sangat mudah ditemui di pasar tradisional atau pasar pabukoan selama bulan puasa. Penasaran apa saja takjil legendaris khas Minang yang wajib detikers buru? Simak daftar berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bubur Kampiun

Jika ada satu takjil yang paling ikonik di meja berbuka puasa urang awak, Bubur Kampiun adalah jawabannya. Sesuai namanya, bubur ini adalah "pemenang" karena memadukan berbagai jenis bubur dalam satu mangkuk.

Awal mula bubur kampiun tercipta dari ketidaksengajaan Amai Zona yang mencampurkan sisa bubur dagangannya karena terlambat mengikuti lomba oleh PRRI di Bukittinggi pada tahun 1960-an. Siapa sangka, racikan dadakan tersebut keluar sebagai juara dan menjadi kuliner ikonik Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

Isian Bubur Kampiun sangat lengkap, terdiri dari:

  • Bubur sumsum: Lembut dan gurih.
  • Bubur ketan hitam: Manis alami.
  • Bubur candil: Kenyal dan legit.
  • Kolak pisang/ubi: Menambah tekstur.
  • Semuanya disiram kuah santan gurih dan gula merah cair.

2. Lamang Tapai

Menu ini adalah menu wajib di bulan puasa dan acara pesta rakyat. Lamang Tapai memiliki proses pembuatan yang unik, yaitu beras ketan dan santan dipanggang di dalam bambu muda.

Lamang yang gurih kemudian disantap bersama Tapai, yaitu kuah hasil fermentasi ketan hitam yang rasanya asam manis segar. Saat ini, Lamang Tapai memiliki varian menarik seperti Lamang Tapai Original, Pisang, hingga Lamang Tapai Baluo (isi kelapa parut gula merah).

3. Kue Bika (Bika Bakar)

Jangan salah sangka, jika Sumatera Utara punya Bika Ambon, maka Sumatera Barat punya Bika Bakar. Terbuat dari adonan tepung beras, kelapa parut, dan gula (pasir/merah), kue ini dipanggang di atas tungku, memberikan aroma asap yang khas.

Bika adalah jajanan nostalgia bagi para perantau Minang. Eksistensinya sudah ada sejak zaman Belanda, terbukti dengan adanya usaha legendaris "Bika Simariana".

Harganya sangat ramah di kantong, biasanya dibanderol dengan harga Rp 1.000 per buah, detikers sudah bisa menikmati kelezatannya.

4. Sala Lauak

Bagi detikers yang lebih menyukai takjil asin, Sala Lauak khas Pariaman adalah pilihan tepat. Mirip dengan combro namun bertekstur lebih renyah di luar dan lembut di dalam.

Sala Lauak terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan ikan atau udang halus serta rempah-rempah. Rasanya yang gurih menjadikan camilan ini teman setia saat menyantap lontong sayur atau sate padang saat berbuka.

5. Lapek Bugih

Lapek Bugih adalah kue tradisional berbahan dasar tepung ketan yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Teksturnya yang kenyal berpadu sempurna dengan isian kelapa parut yang dimasak dengan campuran gula merah (inti).

Aroma wangi daun pisang yang meresap ke dalam kue menjadikan Lapek Bugih teman yang pas untuk secangkir teh hangat.

6. Ampiang Dadiah

Kuliner yang satu ini sangat unik. Ampiang adalah beras ketan yang dipipihkan, sedangkan Dadiah adalah susu kerbau yang difermentasi secara alami di dalam bambu.

Populer di daerah Bukittinggi, Tanah Datar, dan Agam, Ampiang Dadiah memiliki rasa yang segar. Biasanya disajikan dengan siraman gula merah cair atau es serut.

Kini, variannya semakin modern dengan tambahan rasa stroberi, cokelat, vanila, hingga es krim!

7. Pinyaram

Sering disebut sebagai kue cucurnya Sumatera Barat. Pinyaram terbuat dari tepung beras (putih/hitam), santan, vega gula aren.

Teksturnya renyah di bagian pinggir (bersarang) namun lembut di tengah. Kue ini sering hadir saat Lebaran atau perhelatan adat, namun kini mudah ditemukan sebagai camilan harian dengan varian rasa durian atau pisang.

8. Katan Sarikaya

Katan Sarikaya menawarkan perpaduan tekstur yang memanjakan lidah. Bagian bawahnya adalah ketan (katan) yang pulen, sementara bagian atasnya adalah sarikaya (adonan telur, santan, gula aren, dan pandan) yang dikukus hingga lembut seperti custard. Wangi pandannya sangat menggugah selera!

9. Rakik Maco

Terakhir, ada Rakik Maco yang mirip dengan rempeyek. Terbuat dari tepung beras, telur, cabai, kunyit, dan topping ikan maco.

Rasanya yang renyah dan gurih membuat Rakik Maco cocok dijadikan camilan (kerupuk) atau lauk pendamping saat makan nasi maupun mie.

Itulah deretan takjil legendaris khas Minangkabau yang kaya rasa. Mana yang paling ingin detikers coba untuk berbuka puasa nanti?

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Suasana Menyambut Awal Ramadan 1447 H"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads