Kacimuih, Jajanan Tradisional Minangkabau

Kacimuih, Jajanan Tradisional Minangkabau

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 13 Mei 2026 22:00 WIB
Kacimuih, jajanan khas minangkabau. (Gemini AI)
Foto: Kacimuih, jajanan khas minangkabau. (Gemini AI)
Medan -

Kacimuih merupakan salah satu kudapan khas dari Minangkabau yang masih dikenal hingga sekarang. Makanan ini berbahan dasar singkong dan kelapa yang disajikan dengan taburan gula.

Menurut Zaitun, dosen Operasional Tata Boga Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan, kacimuih bukan hanya makanan ringan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner masyarakat Minang.

"Kacimuih adalah jajanan tradisional orang Minangkabau yang dibuat dari perpaduan ketela pohon (singkong) dan parutan kelapa, disajikan dengan taburan gula untuk menambah rasa. Di kalangan orang Minangkabau, kacimuih merupakan makanan untuk menghilangkan rasa lapar sementara, sekaligus salah satu kudapan yang paling merakyat," jelasnya, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kudapan ini juga punya nilai sejarah yang cukup kuat di tengah masyarakat Minang. Kacimuih dulu sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, terutama pada generasi terdahulu.

Zaitun menjelaskan bahwa makanan ini sudah akrab sejak lama di kehidupan masyarakat Minangkabau.

ADVERTISEMENT

"Kacimuih memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi, dan merupakan salah satu bukti kekayaan kuliner Minangkabau yang telah ada sejak zaman dahulu. Bagi kalangan orang Minangkabau yang lahir di tahun 1980-an, jajanan kacimuih sangat akrab di telinga," lanjutnya.

Pembuatan kacimuih juga terbilang sederhana. Bahan utamanya mudah ditemukan di lingkungan sekitar masyarakat.

"Proses pembuatan kacimuih dimulai dengan mengupas dan membersihkan singkong. Singkong yang telah bersih diparut kasar, bukan dihaluskan, lalu dikukus sampai matang," katanya.

Setelah matang, singkong diberi kelapa parut dan gula. Teksturnya lembut namun masih berserat, dengan rasa manis dan gurih yang khas.

Kini kacimuih mulai jarang ditemukan. Perubahan tren makanan membuat jajanan ini kalah populer dari makanan cepat saji.

Namun, menurut Zaitun, kacimuih tetap punya potensi untuk dilestarikan. Inovasi dan promosi dinilai penting agar makanan ini tidak hilang.

Jika dikembangkan, kacimuih bisa hadir dengan variasi rasa modern dan kemasan yang lebih menarik sebagai oleh-oleh khas Minangkabau.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads