Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Rasya.
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan Rasya awalnya dirawat di poliklinik Poltekpel pada pada Sabtu 26 September lalu dengan keluhan demam tinggi dan sakit tenggorokan. Sehari berselang, dokter merujuknya ke RSUDZA karena timbulnya ruam-ruam pada kulit.
Setiba di RSUDZA, dokter melakukan tindakan medis serta melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya keluar sekitar setengah jam sebelum Rasya meninggal dunia pada Minggu 27 September sore.
"Hasil laboratorium diketahui trombosit yang sangat rendah dan tenaga medis mendiagnosa almarhum sakit DBD (demam berdarah dengue)," kata Dizha kepada wartawan di Mapolresta Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
Dizha juga memperlihatkan foto kondisi Rasya saat baru tiba di poliklinik. Dalam foto terlihat tidak ada ruam pada wajahnya. Ruam baru muncul pada Minggu 27 September pagi.
"Dari hasil observasi visum et repertum dan ct scan/radiologi, dokter forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada almarhum Muhammad Rasya Fadilla," jelas Dizha.
"Berdasarkan hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, petugas tidak menemukan suatu peristiwa pidana atas meninggalnya Rasya, calon taruna/mahasiswa Poltekpel Malahayati Provinsi Aceh," ujarnya.
Simak Video "Video Pramono soal Wabah Super Flu: Belum Ada dan Semoga Nggak Kena"
(astj/astj)