Mahasiswa Poltekpel Aceh yang Tewas Didiagnosis Sakit DBD

Aceh

Mahasiswa Poltekpel Aceh yang Tewas Didiagnosis Sakit DBD

Agus Setyadi - detikSumut
Sabtu, 10 Okt 2026 15:30 WIB
ilustrasi DBD
Foto: ilustrasi/thinkstock
Banda Aceh -

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Berdasarkan hasil diagnosis Rasya meninggal dunia karena mengidap DBD (Demam Berdarah Dengue).

"Hasil laboratorium diketahui trombosit yang sangat rendah dan tenaga medis mendiagnosa almarhum sakit DBD ," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, Sabtu (10/10/2026).

Sebelum dibawa ke RSUDZA Banda Aceh, Rasya dirawat di poliklinik Poltekpel pada pada Sabtu 26 September 2026. Saat itu Rasya dirawat karena keluhan demam tinggi dan sakit tenggorokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari berselang, dokter di klinik merujuknya ke RSUDZA. Hal itu dikarenakan timbulnya ruam-ruam pada kulit Rasya.

Setiba di RSUDZA, dokter melakukan tindakan medis serta melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya keluar sekitar setengah jam sebelum Rasya meninggal dunia pada Minggu 27 September sore.

ADVERTISEMENT

Dizha juga memperlihatkan foto kondisi Rasya saat baru tiba di poliklinik. Dalam foto terlihat tidak ada ruam pada wajahnya. Ruam baru muncul pada Minggu 27 September pagi.

"Dari hasil observasi visum et repertum dan ct scan/radiologi, dokter forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada almarhum Muhammad Rasya Fadilla," jelas Dizha.

"Berdasarkan hasil penyelidikan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, petugas tidak menemukan suatu peristiwa pidana atas meninggalnya Rasya, calon taruna/mahasiswa Poltekpel Malahayati Provinsi Aceh," ujarnya.

Direktur Poltekpel Malahayati Andi Fiardi, mengatakan, Rasya merupakan calon taruna Prodi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) hasil seleksi penerimaan calon taruna program mandiri tahun 2026. Rasya telah mengikuti kegiatan orientasi pembentukan karakter pada tanggal 4 hingga 14 September.

Kegiatan orientasi meliputi materi pengenalan kampus, kuliah umum dari instansi pemerintah, serta kegiatan baris-berbaris yang melibatkan 251 calon taruna. Sejak tanggal 14 September, Rasya mengikuti proses pembelajaran di kelas serta berbagai kegiatan rutin di kampus.

"Perlu kami tegaskan pula bahwa kegiatan orientasi tersebut tidak dirancang maupun dilaksanakan menjurus bentuk kekerasan apapun. Demikian pula, kegiatan rutin di kampus tidak melibatkan interaksi antara senior dan yunior sebagai upaya untuk mencegah potensi terjadinya bullying," ujar Andi, Rabu (30/9).

"Namun sekali lagi, demi objektivitas dan untuk menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan, kami mengajak semua pihak untuk menunggu keseluruhan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang," lanjut Andi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Waspada Demam Berdarah: Kenali Gejala dan Penanganannya"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads