Poltekpel Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait Mahasiswa Tewas saat Ospek

Aceh

Poltekpel Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi Terkait Mahasiswa Tewas saat Ospek

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 30 Sep 2026 18:00 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/nico_blue)
Banda Aceh -

Seorang calon taruna (sebelumnya ditulis mahasiswa) Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Pihak kampus masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait penyebab korban meninggal dunia.

"Pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Banda Aceh, telah terlibat menangani kasus ini. Berdasarkan informasi awal yang kami terima, dalam pemeriksaan sementara tidak ditemukan indikasi kekerasan," kata Direktur Poltekpel Malahayati, Andi Fiardi dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Hasil visum jenazah Rasya diperkirakan keluar dalam waktu tujuh hari. Andi menjelaskan, Rasya mengalami demam pada Sabtu 26 September sehingga mendapatkan penanganan medis di Poliklinik Poltekpel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perawatan, muncul ruam pada tubuh Rasya dan kondisinya tidak membaik. Rasya kemudian dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan pemeriksaan laboratorium dan penanganan lebih lanjut di IGD, Minggu (27/9) pagi.

Korban meninggal dunia sekira pukul 16.14 WIB setelah kondisi kesehatannya semakin memburuk.

ADVERTISEMENT

"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Poltekpel Malahayati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga atas musibah dan kehilangan ini. Kami dan seluruh jajaran Poltekpel Malahayati telah berupaya memberikan penanganan dan pertolongan secara maksimal sejak ananda mengalami sakit. Namun dengan segala upaya yang telah dilakukan, kami belum berhasil menyelamatkan ananda," jelas Andi.

Menurutnya, Rasya merupakan calon taruna Prodi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) hasil seleksi penerimaan calon taruna program mandiri tahun 2026. Rasya telah mengikuti kegiatan orientasi pembentukan karakter pada tanggal 4 hingga 14 September.

Kegiatan orientasi meliputi materi pengenalan kampus, kuliah umum dari instansi pemerintah, serta kegiatan baris-berbaris yang melibatkan 251 calon taruna. Sejak tanggal 14 September, Rasya mengikuti proses pembelajaran di kelas serta berbagai kegiatan rutin di kampus.

"Perlu kami tegaskan pula bahwa kegiatan orientasi tersebut tidak dirancang maupun dilaksanakan menjurus bentuk kekerasan apapun. Demikian pula, kegiatan rutin di kampus tidak melibatkan interaksi antara senior dan yunior sebagai upaya untuk mencegah potensi terjadinya bullying," ujar Andi.

"Namun sekali lagi, demi objektivitas dan untuk menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan, kami mengajak semua pihak untuk menunggu keseluruhan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang," lanjut Andi.

Andi menjelaskan pihaknya sepenuhnya mendukung upaya pihak berwenang dalam mengungkap penyebab kematian. "Kami selalu siap memberikan keterangan maupun data yang diperlukan apabila diminta oleh pihak kepolisian," ujar Andi.



(agse/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads