Video sejumlah pekerja asal Jawa Barat yang mengaku mengalami kekerasan dan tidak mendapatkan upah layak di sebuah proyek di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), viral di media sosial. Polisi kini tengah menyelidiki laporan dugaan kekerasan tersebut.
Dilihat detikSumut pada Selasa (6/10/2026) sebuah video yang beredar, menunjukkan seorang pekerja mengaku dipukuli hingga mengalami luka pada bagian badan hingga kepala. Pekerja tersebut juga menyebut dirinya bersama sejumlah rekannya bekerja di kawasan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam.
"Ini pecah semua, jadi berdarah," ujar pekerja tersebut dalam video viral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video viral itu paka pekerja juga meminta Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi untuk memperhatikan nasib mereka di Batam.
"Tolong pak Dedy kami di sini, Sekupang , Batam. Pondok Daun Sekupang. Tolong pak Dedy dipukulin kayak maling, kami warga Jawa Barat," ujar beberapa pekerja dalam video viral itu.
Dalam video itu, seorang warga yang mendampingi para pekerja menyebut mereka merupakan warga Jawa Barat, di antaranya berasal dari Majalengka dan Kertajati. Mereka disebut mengalami persoalan pembayaran upah hingga dugaan kekerasan.
"Mereka nggak dibayar dan terjadi penyiksaan. Mereka dipekerjakan seperti rodi," kata pria dalam video tersebut.
Pria itu kemudian membawa sejumlah pekerja ke kantor polisi untuk membuat laporan. Para pekerja juga menyampaikan keinginan untuk kembali ke Jawa Barat.
"Pengen pulang pak, Pak," ujar salah satu pekerja.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Riyanto, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan tersebut. Dia mengatakan peristiwa yang dilaporkan terjadi pada 31 Juli 2026.
"Lapornya kemarin. Kejadiannya itu tanggal 31 Juli," kata Riyanto saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).
"Baru melapor kemarin karena dia nggak tahu cara melapornya, katanya," ujarnya.
Polisi kini telah memproses laporan tersebut dan melakukan penyidikan. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.
"Sudah kita proses, ini sekarang proses penyidikan," kata Riyanti.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sekitar tujuh orang saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan kekerasan yang dialami para pekerja.
"Sudah ada sekitar enam saksi, sudah kita periksa," ungkapnya.
Riyanto mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
"Saat ini lagi pendalaman, nanti perkembangan kami informasikan," puskasnya.
Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
