Bayi berusia 1 tahun di Jatinegara, Cakung, Jawa Timur (Jaktim), tewas dengan luka lebam setelah dianiaya RP (30) ayahnya sendiri. Pelaku menganiaya anaknya sendiri untuk melampiaskan emosi karena cemburu melihat istri chat dengan pria lain.
"Dan dari hasil pengecekan oleh Tim Iden Polres Jaktim ditemukan luka lebam pada mata sebelah kiri, dan luka lebam sebelah kiri serta mengeluarkan darah," kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra dikutip detikNews, Senin (5/10/2026).
Pelaku RP sempat bersandiwara menangis dan meminta pertolongan usai menganiaya korban hingga tewas. Namun, saksi curiga setelah melihat kondisi korban yang babak belur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut keterangan saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit," ujar Andre.
Andre mengatakan saksi 1 berinisial S sempat bertanya sakit apa yang dialami korban kepada pelaku. Saat itu pelaku berdalih korban muntah-muntah. Namun, ketika S mengecek, ternyata wajah korban penuh luka lebam.
"Kemudian saksi 1 bertanya terhadap pelaku 'emang korban sakit apa', kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam," ujarnya.
Tak berhenti di situ, pelaku juga berdalih korban tertimpa kipas angin. Andre mengatakan alasan ini juga yang disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban.
"Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit," ujarnya.
Motif Cemburu
Polisi mengungkap pelaku mengaku kesal lantaran istrinya yang juga ibu kandung korban berhubungan dengan pria lain. Namun, ia melampiaskan kekesalan itu kepada anaknya.
"Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chat-an dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban," kata Kasi Humas Polres Jaktim AKP I Made Budi saat dihubungi, Minggu (4/10).
Saat kejadian, ibu korban tak ada di rumah. Pelaku dengan keji menganiaya korban secara berulang hingga meninggal.
"Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan juga bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal," jelasnya.
Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
