Wakil Rektor Kampus IT&B Karo berinisial Asprina Br Surbakti, (38) ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya, Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Saat ditemukan, kondisi mulut korban mengeluarkan darah namun tidak ditemukan luka pada bagian luar tubuh korban.
Polisi pun kini menyelidiki kasus tewasnya korban, karena mobil dan sejumlah barang milik AS tidak ditemukan di lokasi. Dirangkum detikcom berikut ini sederet fakta tentang kematian AS.
Fakta Terkini Tewasnya Wakil Rektor IT&B Karo
1. Keluarga yang Temukan Pertama Kali Korban
Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha mengatakan korban pertama kali ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9) sekira pukul 19.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abang korban ditelepon pihak sekolah, karena menelepon ke nomor handphone korban tidak diangkat. Abang korban mendatangi rumah korban bersama sekuriti. Kemudian mereka masuk. Di kamar mandi, dilihat korban sudah meninggal dunia," kata Pedoman saat dikonfirmasi detikSumut, Minggu (27/9/2026).
Pihak keluarga kemudian menghubungi polisi. Petugas yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk kepentingan autopsi.
"Kondisi secara kasatmata tidak ada luka luar, tetapi mulutnya mengeluarkan darah. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk autopsi," ujarnya.
2. Mobil dan HP Korban Hilang
Pedoman mengatakan sejumlah barang milik korban juga tidak ditemukan di lokasi. Di antaranya mobil Mitsubishi Xforce dan telepon seluler milik korban.
"Memang saat ditemukan tidak ada mobil dan handphone-nya, tetapi masih kita selidiki apakah korban pembunuhan dan perampokan atau tidak," ungkapnya.
Polisi hingga kini masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Medan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. "Masih menunggu hasil autopsi," katanya.
Sembari menunggu hasil autopsi, polisi juga terus melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus ini.
"Tim Reskrim saat ini masih di lapangan melakukan penyelidikan penyebab kematian wakil rektor," pungkasnya.
3. 2 Pelaku Ditangkap
Polisi menangkap dua pelaku dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap Wakil Rektor IT&B Karo berinisial AS (38). Dua pelaku yang diamankan yakni ABRS (25) dan MRS (37).
"Iya, dua orang ditangkap," ujar Pedoman saat dikonfirmasi detikSumut melalui telepon seluler, Selasa (29/9/2026).
Dia mengatakan, kedua terduga pelaku saat ini sedang diperiksa penyidik untuk mengetahui motif dan modus operandi perampokan serta pembunuhan tersebut.
"Betul (sedang diperiksa)," ucapnya.
4. Kaki Pelaku Ditembak
Polisi menembak kaki dua terduga pelaku perampokan dan pembunuhan Wakil Rektor IT&B Karo berinisial AS (38). Keduanya diduga melawan petugas saat ditangkap di tempat persembunyiannya.
"iya, ditindak tegas kedua kaki para pelaku (tembak) karena berusaha melawan petugas" ungkap Pedoman Maha,
Dia mengatakan, kasus tersebut ditangani secara transparan dan profesional. Dia meminta masyarakat bersabar dan tidak membuat opini negatif terkait kasus tersebut.
"Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rilis secara jelas terkait kasus ini. Masih proses pemeriksaan penyidik, nanti akan kita rilis," ujarnya.
5. Pelaku Merampok Sebelum Bunuh Korban
Kasubdit III Jatanras Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba mengatakan, kedua tersangka ABRS (25) dan MRS (37) mengetahui kondisi rumah korban karena pernah bekerja di proyek perumahan tersebut. ABRS mengetahui korban tinggal seorang diri.
"Keduanya diduga merampok rumah korban sebelum melakukan pembunuhan," ujarnya Rabu (30/9/2026)
Jama mengatakan, kedua pelaku kemudian merencanakan pencurian, mereka berangkat dari sebuah warnet di Jalan Manunggal, Deli Serdang, pada (24/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keduanya naik bus menuju Berastagi dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka kemudian menunggu di masjid di samping RS Efarina.
6. Kepala Korban Dihantam ke Lantai
Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari kedua pelaku masuk ke kompleks melalui jalan di belakang bangunan yang belum selesai. Mereka kemudian bersembunyi di atas atap kaca rumah korban hingga sekitar pukul 04.40 WIB.
"Setelah azan subuh terdengar, mereka turun menggunakan tali tambang. Kemudian menunggu korban bangun sambil bersembunyi di meja bar dapur," ujarnya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bangun dan melihat ABRS. Korban sempat berteriak dan hendak melarikan diri. Namun, kedua pelaku langsung menangkap korban hingga terjatuh.
"Kepala korban terbentur lantai. Kedua pelaku kemudian menghantam kepala korban ke lantai. MRS membekap mulut korban, sedangkan ABRS mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya," jelas Jama.
Korban kemudian dicekik hingga tidak bernapas. Setelah korban meninggal dunia, kedua pelaku menyeret jasad korban ke kamar mandi.
MRS lalu membersihkan darah di lantai menggunakan kain. Setelah itu, kedua pelaku mencari barang berharga milik korban.
"Didapat uang di laci kamar dan emas, termasuk anting yang diambil dari telinga korban," katanya.
Kedua pelaku kemudian berganti pakaian dan menunggu situasi sekitar kompleks sepi. Sekitar pukul 12.00 WIB, mereka membawa mobil korban, Mitsubishi XForce putih bernopol BK 1326 SAD.
Mobil tersebut dibawa ke arah Jalan Manunggal 4, Deli Serdang, lalu ditinggalkan di sebuah SPBU di simpang Jalan Pasar Merah, Medan.
"Kemudian membeli pakaian dan HP Redmi untuk ABRS serta HP Poco untuk MRS di dekat SPBU," ujarnya.
Simak Video "Video: Bu Guru di OKU Selatan Ditusuk Pelajar SMP hingga Tewas "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
