Wakil Rektor di Karo Dirampok Sebelum Dibunuh, Ini Kronologi Kejadiannya

Wakil Rektor di Karo Dirampok Sebelum Dibunuh, Ini Kronologi Kejadiannya

Mhd Ilham Pradilla - detikSumut
Rabu, 30 Sep 2026 14:59 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi kejahatan kriminal (Foto: andi saputra)
Karo -

Polisi mengungkap kronologi pembunuhan Wakil Rektor IT&B Karo, Asprina Br Surbakti, yang ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Salah satu pelaku ternyata mantan pekerja proyek perumahan milik korban.

Dua pelaku yang diamankan yakni ABRS (25) dan MRS (37). Keduanya diduga merampok rumah korban sebelum melakukan pembunuhan.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba mengatakan, kedua tersangka ABRS (25) dan MRS (37) mengetahui kondisi rumah korban karena pernah bekerja di proyek perumahan tersebut. ABRS mengetahui korban tinggal seorang diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keduanya diduga merampok rumah korban sebelum melakukan pembunuhan," ujarnya pada Rabu (30/9/2026)

Jama mengatakan, kedua pelaku kemudian merencanakan pencurian, mereka berangkat dari sebuah warnet di Jalan Manunggal, Deli Serdang, pada (24/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Keduanya naik bus menuju Berastagi dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka kemudian menunggu di masjid di samping RS Efarina.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari kedua pelaku masuk ke kompleks melalui jalan di belakang bangunan yang belum selesai. Mereka kemudian bersembunyi di atas atap kaca rumah korban hingga sekitar pukul 04.40 WIB.

"Setelah azan subuh terdengar, mereka turun menggunakan tali tambang. Kemudian menunggu korban bangun sambil bersembunyi di meja bar dapur," ujarnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bangun dan melihat ABRS. Korban sempat berteriak dan hendak melarikan diri. Namun, kedua pelaku langsung menangkap korban hingga terjatuh.

"Kepala korban terbentur lantai. Kedua pelaku kemudian menghantam kepala korban ke lantai. MRS membekap mulut korban, sedangkan ABRS mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya," jelas Jama.

Korban kemudian dicekik hingga tidak bernapas. Setelah korban meninggal dunia, kedua pelaku menyeret jasad korban ke kamar mandi.

MRS lalu membersihkan darah di lantai menggunakan kain. Setelah itu, kedua pelaku mencari barang berharga milik korban.

"Didapat uang di laci kamar dan emas, termasuk anting yang diambil dari telinga korban," katanya.

Kedua pelaku kemudian berganti pakaian dan menunggu situasi sekitar kompleks sepi. Sekitar pukul 12.00 WIB, mereka membawa mobil korban, Mitsubishi XForce putih bernopol BK 1326 SAD.

Mobil tersebut dibawa ke arah Jalan Manunggal 4, Deli Serdang, lalu ditinggalkan di sebuah SPBU di simpang Jalan Pasar Merah, Medan.

"Kemudian membeli pakaian dan HP Redmi untuk ABRS serta HP Poco untuk MRS di dekat SPBU," ujarnya.

Kemudian pada Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, rekan kerja korban mencari keberadaan korban kepada keluarganya.

"Abang korban, RS mendapat telepon dari Rektor IT&B Kabanjahe meminta mengecek korban karena korban tidak merespons pesan WhatsApp,"ucapnya.

Abang korban bersama keluarga kemudian mengecek rumah korban dalam kondisi terkunci dan keluarga juga melihat mobil korban tidak berada di garasi. Mereka sempat mencari korban ke kampus IT&B Kabanjahe, tetapi tidak ditemukan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga kembali ke rumah korban. Mereka meminta bantuan satpam perumahan dan kepala dusun untuk membuka paksa pintu.

"Setelah pintu rumah berhasil dibuka, keluarga bersama saksi melakukan pencarian terhadap korban dan ditemukan di dalam kamar mandi dengan posisi terlentang dan tidak bergerak," ungkapnya.

Korban kemudian diketahui telah meninggal dunia. Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Berastagi.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan analisis hingga berhasil mengidentifikasi kedua pelaku.

Pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, tim gabungan menangkap ABRS dan MRS di Jalan Manunggal 4, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Mobil milik korban juga ditemukan bersama keduanya.

"Dari interogasi awal, kedua orang diduga pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dan karena ketahuan oleh korban mengakibatkan kedua orang diduga pelaku melakukan pemukulan dan mencekik leher korban sampai meninggal dunia," ujar Jama.

Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari pakaian yang digunakan kedua pelaku saat beraksi. Pakaian tersebut dibuang di sekitar pinggir jalan yang melewati kawasan Tahura Berastagi.

Namun, saat pengembangan, kedua pelaku disebut melawan dan menyerang petugas meski dalam kondisi tangan diborgol.

"Petugas berupaya memberikan peringatan agar kedua pelaku kooperatif, namun tetap memberikan perlawanan dan menyerang petugas, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bu Guru di OKU Selatan Ditusuk Pelajar SMP hingga Tewas "
[Gambas:Video 20detik] (afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads