Tim audit eksternal dalam kasus kematian mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa di Kota Medan, membeberkan jam kematian Winda yang sejauh ini masih menjadi pertanyaan pihak keluarga. Petugas kepolisian tiba 3 jam setelah kejadian itu.
Untuk diketahui, Winda ditemukan tewas di rumah Brigadir I pada 2 Agustus 2026. Polisi menyebut Winda bunuh diri menggunakan senpi.
Lalu, tim audit eksternal ini terdiri dari LBH Medan, Kemen HAM, dan Ombudsman Perwakilan Sumut. Tim ini dibentuk untuk mengawasi proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, atas dasar rekomendasi Komisi III DPR RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"LBH Medan diundang secara resmi berdasarkan surat undangan yang kita terima sejak tanggal 18 Agustus. Surat undangan ini disampaikan oleh Itwasda untuk meminta LBH ataupun bermohon kepada LBH untuk ikut dan berkenan melakukan investigasi," kata Direktur LBH Medan Irvan Saputra saat konferensi pers, Senin (28/9/2026).
Irvan menyebut LBH Medan pertama kali melakukan investigasi ke Polrestabes Medan pada Rabu (19/8). Lalu, pada Rabu (26/8), LBH Medan menemui keluarga korban.
Selanjutnya, pada Rabu (2/9), tim melakukan pendalaman di Bid Propam Polda Sumut dan pada Rabu (9/9), tim menuju lokasi kejadian.
Irvan mengatakan tim juga melakukan investigasi dengan mendatangi dokter forensik yang mengautopsi jasad korban, yakni dr Mistar Ritonga. Tim juga mengecek CCTV, bertemu tim Labfor, mendalami soal pemeriksaan anak korban serta memeriksa Brigadir I.
"Dari hasil dari audit investigasi, LBH Medan menemui beberapa temuan-temuan. Kenapa temuan-temuan ini perlu kami sampaikan? Ini sebagai bentuk akuntabilitas, integritas kelembagaan karena kami terlibat dalam audit investigasi eksternal," ujarnya.
Ungkap Jam Kematian
Irvan mengatakan bahwa dari investigasi yang dilakukan pihaknya sejak awal, terungkap bahwa jam kematian korban itu sekitar pukul 14.17 WIB.
"Berdasarkan hasil investigasi, ternyata dari rekan-rekan penyidik dan bersesuaian dengan informasi yang kita dapat dari pihak-pihak yang kita wawancarai, kematian Winda berkisar (2 Agustus) jam 14.17 WIB. Itu berdasarkan keterangan dari rekan-rekan penyidik yang telah mengambil BAP," jelas Irvan.
Irvan menyebut sejak kejadian itu, personel polisi pertama kali tiba di lokasi sekira pukul 17.17 WIB. Oleh karena itu, kata Irvan, ada jeda waktu 3 jam sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi.
"Dari jam 14.17 WIB, sampai kurun waktu 3 jam, itu ada kekosongan, belum ada pihak kepolisian yang hadir di TKP. Jam 17.17 WIB, baru hadirlah pihak (Polsek) Helvetia," kata Irvan.
Brigadir I Tak Melapor Langsung
Irvan menyebut dari hasil pemeriksaan pihaknya ke Brigadir I, I mengaku tak ada melaporkan langsung soal kematian mantan istrinya itu. Saat diperiksa, I mengaku sempat menghubungi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, tetapi tak diangkat.
Namun, I tidak mengingat pasti kapan dia menghubungi Wakasat Reskrim itu. Sementara dari pemeriksaan daftar panggilan I, tidak ditemukan daftar panggilan ke Wakasat Reskrim.
"Tapi fix-nya yang kami ketahui, dia (I) tidak memberitahu pihak kepolisian. Kalaupun ada dia memberitahu pihak kepolisian, apakah itu benar mesti dicek lagi apakah dia menelpon, ternyata nggak diangkat. Berdasarkan keterangan dia, tidak menelpon dari dianya, dan ketika dia pas kami wawancarai sempat katanya menelpon Wakasat Reskrim, tapi waktunya kapan dia (I) nggak tahu," ujarnya.
Berdasarkan paparan penyidik, kata Irvan, I menghubungi sejumlah orang setelah kejadian itu, mulai dari ayahnya, adik-adiknya, ibu korban serta adik korban.
Berdasarkan keterangan penyidik Polrestabes Medan, kata Irvan, pihaknya mendapatkan informasi soal kematian korban dari ayah I yang saat itu berada di Jakarta.
"Berdasarkan keterangan rekan-rekan penyidik, mereka bilang keluarganya I menelpon pihak kepolisian. Diduga ayahnya, minta lihatkan ke sana. Ayahnya di Jakarta. Itu keterangan penyidik Polrestabes Medan," ujarnya.
"Adapun record jam, disampaikan dia (I) nelpon di jam 16.00 WIB itu ke Aipda Panit Helvetia, tapi nggak diangkat. Itu berdasarkan keterangan penyidik. Namun berdasarkan yang aku langsung periksa, dia (I) nggak nelpon. Kalau I tegas kita bilang nggak ada lapor polisi," pungkasnya.
Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
