Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendatangi keluarga mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa di Kota Medan, Sumatera Utara. Kompolnas meminta keterangan keluarga untuk mendalami soal kematian Winda.
Untuk diketahui, Winda Lorenza Gowasa, ditemukan tewas di kamar mandi rumah milik orang tua Brigadir I di kawasan Medan Helvetia pada Minggu 2 Agustus 2026.
Polisi menyebut korban bunuh diri menggunakan senjata api Brigadir I. Namun, pihak keluarga Winda Lorenza menilai ada kejanggalan terkait kematian korban
Pantauan detikSumut, Selasa (22/9/2026), tim Kompolnas mendatangi rumah keluarga Winda Lorenza di Jalan Perbatasan Lubuk Raya, Kecamatan Medan Timur. Ada sejumlah orang yang tergabung dalam tim Kompolnas itu. Di dalam rumah itu, ada sejumlah anggota keluarga Winda.
"Pertama-tama memang kami datang ke sini, untuk mengucapkan belasungkawa yang mendalam terhadap keluarga. kami terima kasih diterima dengan baik oleh keluarga dan didampingi oleh teman-teman PH-nya (penasihat hukum)," kata Komisioner Kompolnas M Choirul Anam saat diwawancarai.
Anam mengatakan kedatangan pihaknya ini merupakan langkah awal untuk mendalami soal kematian Winda. Kompolnas ingin menggali informasi terkait kematian korban dari versi keluarga.
Mantan Komisioner Komnas HAM itu menyebut pihaknya memang sudah menerima laporan klarifikasi awal dari pihak kepolisian terkait kematian Winda. Namun, Anam mengaku Kompolnas tidak bisa berpedoman dengan laporan itu, sehingga Kompolnas perlu turun langsung untuk mendalami soal kematian itu.
"Dokumentasi awal kami memang berangkat dari berbagai yang ada di sosial media. Sedikit sekali kami dapat langsung dari berbagai pihak. Kesempatan ini, kami ingin manfaatkan mengklarifikasi betul atau tidak," jelasnya.
"Jadi, memang alur kerja kami biasanya ya kami ingin tahu persis, khususnya yang pertama adalah dari Keluarga korban, sehingga kita dapat banyak hal, apa yang janggal, apa yang kurang, apa yang seharusnya, dan sebagainya," sambungnya.
Anam mengatakan informasi-informasi yang diterima dari pihak keluarga nantinya akan diuji. Informasi itu akan menjadi pegangan sebelum tim Kompolnas meminta keterangan dari pihak lainnya, seperti pihak kepolisian.
Dia menyebut peristiwa ini harus ditangani secara serius karena menyangkut hilangnya nyawa korban.
"Jadi, tidak hanya soal betul dan tidak, tapi bagaimana juga konteksnya dan sebenarnya apa background-nya, sehingga yang paling penting untuk pertama kali bagi kami adalah membuat ini menjadi terangnya peristiwa. Itu yang paling penting bagi kami. Banyak informasi yang kami dapatkan. Ini untuk pegangan kami juga melihat bagaimana kinerja dari Polrestabes Medan, dan Polda," jelasnya.
Simak Video "Video: Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat, Rekomendasinya Mengikat "
(fnr/afb)