Transaksi Emas Puluhan Juta, 2 Warga di Medan Kena Tipu Skema Segitiga

Transaksi Emas Puluhan Juta, 2 Warga di Medan Kena Tipu Skema Segitiga

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 16 Sep 2026 19:40 WIB
Video viral saat keributan. (Foto: dok. Medsos)
Foto: Video viral saat keributan. (Foto: dok. Medsos)
Medan -

Dua warga menjadi korban penipuan saat tengah bertransaksi emas senilai puluhan juta di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Modus pelaku adalah menggunakan skema segitiga.

Untuk diketahui, skema segitiga itu adalah adanya pihak ketiga yang berpura-pura menjadi penjual dan pembeli untuk menipu korban. Peristiwa itu viral di media sosial.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Rabu (16/9/2026), terlihat ramai warga berkumpul di lokasi. Ada seorang pria yang tampak menangis di depan gerobak penjual emas pinggiran jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu tampak histeris. Sementara warga di sekitarnya hanya menyaksikan pria itu. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (14/9).

ADVERTISEMENT

"Dugaan penipuan segitiga, transaksi emas antam Rp 25 juta berujung masalah di Kampung Lalang," demikian narasi unggahan itu.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Wanter Simanungkalit mengatakan awalnya ada seorang warga yang menjual emasnya lewat marketplace. Saat itu, pelaku pun melancarkan aksinya.

Kepada pembeli, pelaku mengaku sebagai penjual. Sementara kepada penjual, pelaku mengaku sebagai pembeli.

Setelah itu, pelaku pun merencanakan tempat transaksi. Namun, sebelum bertemu, pelaku meminta pembeli untuk mentransfer uang puluhan juta kepada penipu yang mengaku-ngaku sebagai penjual.

"Kan dia jual emas di marketplace. Dikendalikan lah (sama pelaku). Ditransferlah uang itu (sama pihak ketiga)," kata Wanter.

Lalu, saat bertemu itu, pembeli pun meminta emas itu. Namun, pihak penjual tidak mau memberikannya sebelum menerima uang pembayaran.

Saat itulah, pembeli mengaku sudah mentransfer uang tersebut, sedangkan penjual mengaku belum menerimanya. Keduanya pun belum menyadari bahwa uang itu ditransfer ke rekening penipu, bukan ke rekening korban.

Cekcok pun terjadi. Nahasnya, saat ribut itu, satu emas milik penjual itu hilang.

Belakangan, pihak kepolisian turun ke lokasi dan membawa kedua belah pihak untuk dimediasi. Hasilnya, keduanya pun sepakat untuk mengikhlaskan kejadian itu. Pasalnya, keduanya juga sama-sama menjadi korban dalam kasus tersebut.

"Mereka nggak ada buat laporan, sama-sama korban, legowo. Yang satu kehilangan emas, yang satu kehilangan uang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads