Polisi mengungkap titik kebocoran pipa gas PGN yang menyebabkan ledakan di perumahan mewah Grand Polonia Medan. Titik kebocoran itu di pipa bawah tanah yang berada di lantai 1.
"Investigasi bersama Polri dan PGN untuk meyakinkan bahwa kebocoran gas itu ada. Kita juga sudah melihat ada beberapa titik dari pipa di bawah tanah sudah kita temukan. Pipa yang bocor jelas tertanam di bagian bawah, lantai 1," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Kamis (10/9/2026).
Calvijn menyebut akan menjelaskan lebih lanjut terkait ledakan di rumah mewah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti secara detail, secara laboratorium dan secara scientific akan kita sampaikan detail terkait dengan titik tertentu. Kemudian perubahan pipa dan lain-lainnya," ujarnya.
Mantan Dirresnarkoba Polda Sumut itu mengungkapkan bahwa sejauh ini ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait ledakan tersebut.
Calvijn enggan memerinci identitas serta pihak yang ditetapkan sebagai tersangka itu. Dia menyebut akan segera menyampaikan informasi lengkapnya.
"Proses penyidikan berjalan sampai dengan saat ini. Terkait dengan kasus ledakannya itu sendiri sudah ada satu tersangka yang sudah ditetapkan," kata Calvijn.
Untuk diketahui, ledakan itu terjadi pada Senin (20/7). Dalam peristiwa itu, ada tiga orang yang tewas tertimpa.
Sejak kejadian itu, polisi telah melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan sejauh ini, ledakan itu dipicu karena adanya kebocoran pipa gas tanam milik PT PGN. Titik kebocoran pipa itu juga telah ditemukan.
Untuk menentukan titik kebocoran itu, Polisi bakal memeriksa pipa gas milik PGN yang tertanam di rumah itu.
"Yang kita coba mau lihat kira-kira titik bocornya itu di mana," kata Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian, Rabu (22/7) malam.
Roy mengatakan bahwa pipa-pipa itu ada juga yang tertanam di dalam tembok. Alhasil, proses pengecekan pipa tersebut memerlukan waktu yang cukup banyak.
