Rudal AS Hantam Kapal Tanker Iran, Situasi Memanas

Internasional

Rudal AS Hantam Kapal Tanker Iran, Situasi Memanas

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 06 Sep 2026 04:01 WIB
This handout image taken by the European Space Agency (ESA) captured by the Copernicus Sentinel-2 satellite shows a view of Irans Kharg Island, which hosts the countrys main crude export terminal and is responsible for the overwhelming majority of its oil shipments to the world, about 30 kilometres south of the mainland in the north of the Gulf, on March 7, 2026. The US and Israel have previously treaded carefully around the island in the conflict, but an Axios report over the weekend cited Trump administration officials saying capturing Kharg was on the table. The island handles roughly 90 percent of Irans crude exports, according to a JP Morgan note released on March 8. (Photo by EUROPEAN SPACE AGENCY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Pulau Kharg, Iran (Foto: EUROPEAN SPACE AGENCY/AFP)
Jakarta -

Sebuah kapal tanker asal Iran dilaporkan terkena serangan empat rudal Amerika Serikat (AS) di sekitar Pulau Kharg, yang merupakan salah satu pusat utama ekspor minyak Iran di Teluk Persia. Informasi tersebut disampaikan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Sabtu (5/9/2026).

Koresponden Tasnim yang berada di Kharg melaporkan kapal tanker itu menjadi sasaran empat rudal AS ketika berada di kawasan tempat kapal-kapal berlabuh di sekitar Pulau Kharg.

Dilansir detikNews dari Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (5/9/2026), Tasnim menyebut sumber lokal menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, proses evakuasi terhadap awak kapal tanker tengah dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran terkait laporan serangan tersebut. Komando Pusat AS juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai insiden itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada 31 Agustus menyatakan Pulau Kharg sedang "hancur berkeping-keping". Unggahan tersebut turut disertai video yang dibuat menggunakan teknologi AI. Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras apabila pulau tersebut diserang.

ADVERTISEMENT

Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sebelum perang antara Iran dengan AS dan Israel, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui Pulau Kharg.

Namun, distribusi minyak Iran mengalami gangguan sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak negara tersebut pada pertengahan April lalu.

Pada 11 Juni, Trump sempat menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg. Meski demikian, beberapa hari sebelum Teheran dan Washington menandatangani kesepakatan sementara pada 17 Juni yang ditujukan untuk mengakhiri perang, Trump mengatakan rencana operasi militer AS di wilayah tersebut untuk sementara dibatalkan.

Jika laporan serangan terhadap Kharg tersebut terkonfirmasi, situasi itu berpotensi semakin menekan sektor minyak Iran sekaligus perekonomian negara tersebut. Kondisi ekonomi Iran sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat blokade laut yang diberlakukan AS.

Blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran dilakukan AS setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut sebelumnya menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui jalur laut.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads