Sekelompok pria mengeroyok sejumlah warga di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu dipicu karena rebutan proyek antara kelompok korban dan pelaku.
"(Motifnya) diduga rebutan proyek," kata Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (25/8/2026).
Ghulam mengatakan peristiwa itu terjadi di kantor Bappeda Langkat Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Stabat, Rabu (8/7) sekira pukul 14.00 WIB. Sementara salah satu pelaku bernama Fajar Mulia (37) ditangkap Selasa (11/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kasat Reskrim Polres Asahan menyebut kejadian berawal saat korban M Fatih (21) bersama sejumlah temannya, di antaranya Ananda (22) dan M Sultan (22) sedang berada di kantor Bappeda Langkat untuk memverifikasi berkas proyek tender SPAM PUPR Langkat.
Selang beberapa waktu, pelaku Fajar dan sejumlah temannya datang untuk mengadang para korban agar tidak bisa memverifikasi berkas proyek itu. Ghulam menyebut para korban ini adalah pihak pemenang tender proyek itu.
Cekcok antara kelompok korban dan pelaku pun terjadi. Lalu, para pelaku mengeroyok korban dan dua temannya itu dengan cara memukuli dan menginjak tubuh para korban. Rekan-rekan korban yang juga berada di lokasi pun berupaya menghentikan aksi para pelaku itu.
Setelah kejadian itu, para korban berupaya untuk tetap membuktikan berkas tender tersebut. Namun, waktu verifikasi berkas itu telah tutup karena sudah pukul 16.00 WIB. Alhasil setelah kejadian itu, para korban memutuskan untuk membuat laporan ke Polres Langkat pada hari yang sama.
"(Tujuan pelaku mengadang korban) untuk menggagalkan pemenang proyek hadir pada tahap verifikasi berkas," jelasnya.
Usai menerima laporan itu, pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku Fajar di Desa Banyumas, Kecamatan Stabat.
"Petugas kepolisian berangkat ke alamat dimaksud untuk melakukan penangkapan. Sekira pukul 14.52 WIB, tersangka berhasil ditangkap di TKP, " jelasnya.
Usai ditangkap, pelaku diboyong ke Polres Langkat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Ghulam menyebut pihaknya masih menyelidiki pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan itu. Antara korban dan para pelaku diketahui masih anggota ormas yang sama.
"Pelaku lain masih kami kejar," pungkasnya.
