Karhutla di Riau Meluas, Total 15 Ribuan Lahan Hangus Sepanjang 2026

Riau

Karhutla di Riau Meluas, Total 15 Ribuan Lahan Hangus Sepanjang 2026

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 16 Jul 2026 16:21 WIB
Petugas Satgas Darat saat melakukan pemadaman.
Foto: Petugas Satgas Darat saat melakukan pemadaman. (dok. BPBD Riau)
Pekanbaru -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah kabupaten yang ada di Riau. Bahkan untuk proses pemadaman, petugas menurunkan empat helikopter waterbombing hingga pesawat patroli.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan empat heli diterjunkan untuk pemadaman kebakaran di Kampar, Siak, Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

"Total ada enam helikopter waterbombing melakukan pemadaman saat penanganan karhutla di Riau. Namun dua standby," kata Edy di Pekanbaru, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy menyebut selain helikopter ada pula pesawat patroli. Pesawat dan helikopter tersebut merupakan bantuan dari BNPB untuk penanganan karhutla di Riau.

Kebakaran hutan dan lahan sendiri di Riau total mencapai 15 ribu lebih. Lahan yang terbakar itu tersebar di 12 kabupaten dan kota sepanjang 2026 ini.

ADVERTISEMENT

"Total luas karhutla sejak 1 Januari 2026 sampai sekarang 15.265 hektare. Jumlah ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau hingga kemarin," kata Edy.

Adapun proses pemadaman dilakukan tim gabungan Satgas Darat dan Udara. Untuk Satgas Udara, pemadaman difokuskan ke titik-titik yang sulit dijangkau petugas darat.

Edy pun mengimbau masyarakat di daerah rawan karhutla untuk lebih waspada. Apalagi, kondisi musim kemarau membuat api cepat menjalar saat terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Dari data BPBD, kebakaran lahan terluas ada di Bengkalis sekitar 8 ribu hektare lebih. Sedangkan Pelalawan 4 ribuan hektare, Indragiri Hilir 800 hektare lebih dan Kota Dumai 500 hektare.

Selanjutnya ada Rokan Hilir 402 haktare, Siak 290 hektare dan Meranti 198 hektare. Sementara Rokan Hulu, Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi lahan terbakar mayoritas dibawa 100 hektare.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads