Sejumlah wilayah di Provinsi Riau beberapa hari ini panas terik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau pun mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan patroli.
Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengungkap patroli digelar secara rutin di sejumlah titik rawan. Termasuk lahan gambut yang akan mudah terbakar.
"Kita patroli terus secara rutin karena saat ini kondisi cukup terik. Termasuk titik-titik rawan kebakaran lahan," kata Edy Afrizal di Pekanbaru, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy mengungkap 10 dari 12 kabupaten dan kota di Riau telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan. Saat ini tersisa hanya dua daerah belum menetapkan yakni Kota Pekanbaru dan Kuantan Singingi.
"10 dari 12 kabupaten dan kita sudah resmi menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan, tersisa Pekanbaru dan Kuansing saja. Dua daerah ini memang belum karena kemarin justru hujan terus," kata Edy.
Sebagai antisipasi, Satgas Gabungan telah melakukan koordinasi secara bertahap di sejumlah daerah. Termasuk memantau dari udara dan jalur darat.
"Saat ini ada dua unit untuk patroli, ada heli dan pesawat untuk udara. Sedangkan jalur darat ada satgas darat dengan mamantau fire spot agar bisa ditindaklanjuti kalau ada diperlukan tindakan lebih lanjut. Kalau heli water bombing ada dua unit standby," kata Edy.
Edy menyebut panas trik saat ini memang perlu diantisipasi. Termasuk pencegahan dini sebelum kebakaran hutan dan lahan di Riau meluas.
Meskipun cuaca panas ekstrem, langkah operasi modifikasi cuaca (OMC) disebut telah dihentikan. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan berlebih dan potensi banjir.
"OMC sudah dihentikan beberapa waktu lalu. Ini juga untuk mengantisipasi banjir, Kuansing itu kemarin juga debit air Sungai Kuantan sempat naik," kata Edy.
