Manggala Agni Berjibaku Tangani Karhutla Rohil Seluas 80 Hektare

Riau

Manggala Agni Berjibaku Tangani Karhutla Rohil Seluas 80 Hektare

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 04 Jun 2026 18:39 WIB
Lahan terbakar dan petugas dari Manggala Agni saat pemadaman (Dok Manggala Agni)
Foto: Lahan terbakar dan petugas dari Manggala Agni saat pemadaman (Dok Manggala Agni)
Pekanbaru -

Kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Rokan Hilir, Riau sejak 6 hari terakhir. Asap tebal, angin kencang dan panas terik menjadi pemicu dan sulit dipadamkan.

Kebakaran lahan pertama terjadi di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih. Luas lahan yang terbakar hingga hari ke 6 ini diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.

Titik kebakaran lain yang cukup besar terjadi di Kepenghuluan Sungai Besar, Pekaitan. Lokasi inilah yang hingga kini belum bisa dipadamkan dan asap tebal karena berada di lahan gambut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Manggala Agni Daops Dumai, Chaerul Ginting, menyebut di Rantau Bais lokasinya adalah kebun sawit semak belukar. Itulah yang membuat lahan terbakar cukup luas.

"Pemadaman dan pendinginan hari me 6 di Rantau Bais luas estimasi 70 hektare. Vegeyasi kebun sawit tertutup semak belukar," kata Chaerul, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Di lokasi itu, angin disebut cukup kencang. Untungnya sumber air masih tersedia dan mudah didapat oleh tim di lapangan untuk penyemprotan sumber api.

Sementara di Sungai Besar, luasan lahan sekitar 10 hektare dan masih terus meluas. Tim berjibaku dengan dibagi ke sejumlah titik untuk penyekatan agar api tak meluas.

"Kendala di sini angin kencang dan sumber air terbatas. Sehingga tim melakukan penggalian secara manual agar air mencukupi dan 2 tim turun dengan 4 mesin," katanya.

Dari foto darat dan udara yang diterima detikSumut terlihat lokasi terbakar sudah dibuat kanal oleh pemilik lahan sebagai pembatas. Bahkan telah ditanami pohon sawit dan dalam kondisi tidak terurus.

"Kanal atau batas-batas yang terlihat merupakan batas tanah yang sudah dilakukan pemilik lahan sebelumnya. Tanaman sawit yang kurang terurus dan ketutupan semak," kata Chaerul.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads