Lansia Dibunuh Anak Perempuan yang ODGJ di Siantar Luka Pada Kepala-Punggung

Lansia Dibunuh Anak Perempuan yang ODGJ di Siantar Luka Pada Kepala-Punggung

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 09 Jul 2026 17:29 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi kriminal (Foto: andi saputra)
Pematangsiantar -

Seorang wanita lanjut usia (lansia) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) bernama Barinim Sirait (85) dibunuh anaknya yang diduga mengidap gangguan kejiwaan inisial M (50). Korban mengalami luka di bagian kepala dan punggung.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengatakan korban mengalami sejumlah luka-luka di tubuhnya, di antaranya di bagian kepala serta luka benda tajam di punggung dan kaki. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Sandi, pelaku diduga melukai ibunya menggunakan gunting dan batu.

"Luka di kepala, punggung, sama kaki. (Luka) sayatan sama luka tusuk di punggung dan ada luka pukul di kepala juga," kata Sandi saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (9/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari informasi warga, korban dan pelaku tinggal berdua saja di rumah itu. Atas kejadian ini, pihak keluarga menolak jasad korban dilakukan autopsi karena meyakini bahwa korban dibunuh oleh pelaku.

Perwira pertama Polri itu menyebut pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan itu. Sebab, pihak kepolisian juga belum sempat memeriksa pelaku karena sudah lebih dulu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan.

ADVERTISEMENT

"Sementara dari keluarga itu minta nggak diautopsi karena mereka berpendapat yang melakukan ini adalah anaknya (korban) yang mengalami gangguan jiwa," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy J Manalu mengatakan pembunuhan itu terjadi di Jalan Cendawan, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (8/7) tadi. Pembunuhan itu diketahui usai salah seorang warga hendak mengantar undangan pesta ke rumah korban.

Saat warga tersebut menggedor rumah korban, M pun membukakan pintu. Lalu, saat saksi menyerahkan undangan itu, saksi melihat tangan M berlumuran darah.

Saksi pun menanyakan alasan tangan M berdarah. Saat itu, M pun mengaku telah membunuh orangtuanya.

Tak lama, Ketua RT dan sejumlah warga lainnya mendatangi rumah korban itu. Saat itu, M kembali mengakui telah membunuh orang tuanya.

Lalu, kata Edy, Ketua RT bersama warga lainnya masuk ke dalam rumah korban dan menemukan korban telah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Selain itu, di dekat jasad korban juga ada batu gilingan.

Atas kejadian itu, Ketua RT pun melaporkannya ke pihak kepolisian. Selang beberapa waktu, personel Polsek Siantar Timur dan Tim Inafis Polres PematangsianΘ›ar tiba ke TKP.

Kemudian, petugas mengamankan M ke Polsek Siantar Timur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.

"Sesuai keterangan dari keluarga bahwa terduga pelaku memang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini, (pelaku) sudah dibawa ke RS Djasamen saragih untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Sampai saat ini kejadian tersebut masih dalam penyelidikan," kata Edy.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads