Satpam SPPG Korban Begal Keluar RS Pirngadi Medan, Peluru Masih di Punggung

Satpam SPPG Korban Begal Keluar RS Pirngadi Medan, Peluru Masih di Punggung

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 21 Mei 2026 21:51 WIB
Korban Guntur saat dirawat di RS Pirngadi Medan. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Satpam SPPG bernama Guntur yang jadi korban begal saat dirawat di RS Pirngadi Medan. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Satpam SPPG bernama Guntur Sugoro (41) diduga ditembak kawanan begal di Deli Serdang, sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan. Namun, Guntur pulang ke rumah dengan kondisi peluru masih bersarang di punggungnya.

"Ini sudah pulang, sudah di rumah," kata Guntur saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Guntur mengatakan dirinya pulang dari rumah sakit pada Selasa (19/5) sore. Dia mengaku peluru itu belum dikeluarkan dari tubuhnya karena kesulitan biaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak dokter, kata Guntur, diperlukan biaya sekitar Rp 60-Rp100 juta untuk operasi pengangkatan peluru. Karena tidak ada uang, ia memilih untuk tidak melakukan operasi pengangkatan peluru.

ADVERTISEMENT

Terlebih lagi, kata Guntur, pihak dokter sempat menyampaikan bahwa peluru timah yang bersarang di tubuhnya tidak begitu membahayakan. Meski begitu, dokter menyarankan Guntur untuk tetap kontrol ke rumah sakit.

"Ini sesaknya masih ada karena masih ada (pelurunya). Tapi kalau penggumpalan darah segala macam udah nggak ada. (Kata dokter) bilang nggak masalah, tapi di akhir dia bicara untuk cek dulu, mana tau ada infeksi. Makanya, pekan depan saya disuruh kontrol ke sana lagi," ujarnya.

Guntur berharap peluru di tubuhnya itu bisa diangkat agar dirinya bisa hidup normal seperti sebelumnya. Sebab, menurutnya, keberadaan peluru di tubuhnya itu cukup mengganggunya.

"Iya (maunya dikeluarkan) karena sedangkan ini saja mengganjal rasanya, apalagi selamanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Guntur mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (11/5) sekira pukul 23.30 WIB. Saat itu, Guntur berangkat dari rumahnya di Jalan Mesjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, menuju rumah temannya di Desa Saentis.

Saat itu, Guntur berniat ingin meminjam uang kepada temannya karena dirinya belum gajian.

"Jadi, mau pinjam uang ke kawan sekitar Rp 200 ribu untuk biaya makan," kata Guntur, Selasa (19/5).

Namun, setibanya di lokasi kejadian, korban dipepet oleh lima orang yang menaiki sepeda motor dan menyuruhnya untuk berhenti. Dia mengatakan kelima orang itu diperkirakan masih berusia muda. Guntur menyebut tidak mengenal para pelaku itu.

Guntur mengatakan para pelaku ini berupaya merampas sepeda motor yang dibawanya. Para pelaku menyabetkan senjata tajam ke punggung korban dan menembak korban hingga mengenai bagian punggungnya.

Guntur pun berupaya mempertahankan motornya dengan cara menabrak motor para pelaku yang memepetnya.

Atas kejadian ini, pihak Guntur telah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor: STTLP/B/1962/V/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 12 Mei 2026. Polisi pun kini tengah menyelidiki kasus itu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Teka-teki Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, 15 Saksi Diperiksa"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads