Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Timoria Sitorus (52) dan anaknya Chelsea Indah (18) menjadi korban begal kawanan bersenjata tajam di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sejauh ini, ada tiga pelaku yang ditangkap petugas kepolisian.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi mengatakan peristiwa itu terjadi di Simpang Dobi Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (8/5/2026) sekira pukul 02.20 WIB. Hingga kini, kata Rosef, korban Timoris masih belum sadarkan diri usai kejadian.
"Iya betul (belum sadarkan diri), sekarang masih di rumah sakit," kata Rosef saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (20/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosef mengatakan saat kejadian kedua korban tengah mengendarai sepeda motor untuk pergi berbelanja. Setibanya di lokasi kejadian, datang ketiga pelaku dengan berbonceng satu sepeda motor.
Lalu, para pelaku langsung menendang motor korban hingga terjatuh. Akibatnya, kepala Timoria terbentur dan membuatnya tak sadarkan diri.
Melihat kejadian itu, anak korban pun sontak berteriak histeris sambil meminta pertolongan. Para pelaku pun panik hingga akhirnya salah satu pelaku memukul korban Chelsea menggunakan besi berbentuk celurit.
Akibat kejadian tersebut, korban Chelsea mengalami luka memar di bagian paha. Setelah melukai korban, pelaku membawa kabur motor korban.
"Sementara korban Timoria mengalami luka robek di bibir atas serta benturan keras di bagian kepala," jelasnya.
Korban Chelsea pun membuat laporan ke polisi atas kejadian itu. Usai menerima laporan tersebut, petugas kepolisian memburu para pelaku dan menangkap tiga orang pelaku.
Berdasarkan pengakuan para pelaku, motor korban itu telah dijual melalui black market seharga Rp 3,2 juta. Lalu, uang tersebut dibagi rata oleh para pelaku.
"Uang hasil penjualan kemudian dibagi rata kepada para pelaku. (Uang) digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masing-masing pelaku," pungkasnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi mengatakan ketiga pelaku yang ditangkap itu adalah AAL alias Afif (18), D alias Temos (17) dan Agus. Hamzar menyebut Agus adalah penadah hasil curian itu dan juga merupakan orang tua dari pelaku AAL.
"Jadi, itu dua pelaku begal, satu penadah," kata Hamzar saat dikonfirmasi detikSumut.
Hamzar menyebut para pelaku ditangkap secara bertahap pada Senin (18/5). Perwira pertama Polri itu mengatakan pelaku AAL ini merupakan seorang residivis yang berperan sebagai pengendara motor dan yang memukul kaki korban.
Sementara pelaku D berperan sebagai pelaku yang menendang motor dan membawa motor korban itu. Saat ini, kata Hamzar, pihaknya tengah memburu sejumlah pelaku lainnya yang terlibat dalam sindikat tersebut.
"Kami telah mengantongi identitasnya dan tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para DPO," pungkasnya.
