Dua wanita yang merupakan penumpang salah satu angkot nekat melompat dari dalam angkot karena ketakutan ditodong parang oleh seorang pria tak dikenal. Akibat kejadian itu, keduanya harus mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/4/2026) siang. Kedua perempuan itu diketahui bernama Novianti dan Erika. Salah satu di antaranya disebut merupakan seorang mahasiswi. Saat ini, para korban telah membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan.
Berikut detikSumut rangkum 6 hal terkait kejadian itu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Viral di Medsos
Kejadian tersebut viral di media sosial. Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, terlihat ada wanita yang tergeletak dengan kondisi luka-luka. Setelah itu, tampak ada wanita yang diangkat dari dalam angkot ke atas tempat tidur yang berada di rumah sakit.
Wanita itu disebut tak sadarkan diri. Bagian wajahnya terlihat terluka.
Pada video lain, terlihat ada seorang pengendara sepeda motor yang mengejar angkot bernomor 81. Setelah motor mendekat, terlihat ada seorang pria yang duduk di kursi penumpang tengah menodongkan senjata tajam ke sopir angkot yang tengah melaju itu.
Penodongan sopir angkot itu disebut berkaitan dengan kejadian dua wanita yang melompat dari angkot.
2. Ada 3 Penumpang yang Lompat
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi mengatakan peristiwa itu berawal saat korban naik angkot nomor 81 dari Simpang Martubung menuju pusat Kota Medan. Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, di dalam angkot itu tidak hanya ada kedua perempuan, tapi ada satu penumpang laki-laki.
Penumpang angkot yang laki-laki itu belum diketahui kondisinya karena belum ada melapor ke petugas kepolisian.
"Laki laki kita belum dapat, belum ada membuat laporan," kata Hamzar, Rabu (8/4).
3. Pelaku Todongkan Parang
Pelaku melancarkan aksinya tak jauh dari Simpang KIM, Jalan Yos Sudarso, Medan dengan menodongkan parang sambil mengancam korban.
"Di daerah simpang KIM, pelaku mulai melancarkan aksi begal dengan mengancam menggunakan senjata tajam jenis parang. Pelaku mengancam mau ambil hp, mau merampok," jelas Hamzar.
4. Korban Ketakutan Lalu Lompat
Hamzar menyebut korban ketakutan dan memutuskan untuk melompat. Awalnya, korban Novianti melompat dari angkot di sekitar SPBU Simpang Kayu Putih. Tak lama setelah itu, kedua korban lainnya pun menyusul. Pada saat kejadian itu, kata Hamzar, pelaku sempat mengambil telepon seluler korban.
"Ada hp korban diambil," jelasnya.
5. Sopir Angkot juga Diduga Ditodong
Setelah kejadian, angkot terus melaju dan pelaku masih tetap berada di dalam angkot. Selain kedua wanita itu, pihak kepolisian juga mendapatkan informasi bahwa sopir angkot tersebut juga ditodong parang.
Namun, kata Hamzar, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut soal itu. Petugas juga masih mendalami apakah ada kemungkinan sopir angkot sekongkol dengan pelaku.
"Belum bisa dipastikan, masih kita selidiki siapa sopir angkot ini. Kita masih dalam proses penyelidikan kepada sopir angkot dan pelakunya," ujarnya.
6. Kedua Wanita Luka
Kedua wanita itu, kata Hamzar, mengalami luka lecet dan sempat mendapatkan pengobatan di rumah sakit.
"Kondisi korban luka lecet," jelasnya.
