Kronologi 2 Wanita Lompat dari Angkot Usai Diduga Ditodong Perampok Bersajam

Kronologi 2 Wanita Lompat dari Angkot Usai Diduga Ditodong Perampok Bersajam

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 08 Apr 2026 23:17 WIB
Pihak kepolisian saat mengecek kondisi korban penodongan di Medan.
Foto: Pihak kepolisian saat mengecek kondisi korban penodongan di Medan. (Foto: dok. Polsek Medan Labuhan)
Medan -

Dua wanita melompat dari angkot usai diduga ditodong parang oleh perampok di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Begini kronologi kejadian itu.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi mengatakan peristiwa itu terjadi kemarin siang. Kejadian itu berawal saat korban naik angkot nomor 81 dari Simpang Martubung menuju pusat Kota Medan.

Perwira pertama Polri itu mengatakan, berdasarkan informasi sementara, di dalam angkot itu ada tiga penumpang, yakni dua perempuan dan satu laki-laki. Kedua perempuan itu, yakni Novianti dan Erika. Salah satu dari wanita itu disebut merupakan seorang mahasiswi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku naik dari simpang KIM. Tak lama setelah naik, pelaku pun melancarkan aksinya dengan menodongkan parang sambil mengancam korban.

"Di daerah simpang KIM, pelaku mulai melancarkan aksi begal dengan mengancam menggunakan senjata tajam jenis parang. Pelaku mengancam mau ambil hp, mau merampok," kata Hamzar, Rabu (8/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Korban yang ketakutan pun memutuskan untuk melompat. Awalnya, korban Novianti melompat dari angkot di sekitar SPBU Simpang Kayu Putih. Tak lama setelah itu, kedua korban lainnya pun menyusul. Pada saat kejadian itu, kata Hamzar, pelaku sempat mengambil telepon seluler korban.

"Ada hp korban diambil," jelasnya.

Setelah kejadian, angkot terus melaju dan pelaku masih tetap berada di dalam angkot. Pihak kepolisian masih mendalami apakah ada kemungkinan sopir angkot sekongkol dengan pelaku.

"Belum bisa dipastikan, masih kita selidiki siapa sopir angkot ini. Kita masih dalam proses penyelidikan kepada sopir angkot dan pelakunya," ujarnya.

Kedua wanita itu, kata Hamzar, telah membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan. Keduanya mengalami luka lecet dan sempat mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Sementara penumpang angkot yang laki-laki itu belum diketahui kondisinya karena belum ada melapor ke petugas kepolisian.

"Kondisi korban luka lecet. Laki laki kita belum dapat, belum ada membuat laporan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ada satu unggahan yang menyebutkan adanya dua wanita yang melompat dari angkot usai diduga ditodong parang oleh terduga perampok di Kota Medan.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, terlihat ada wanita yang tergeletak dengan kondisi luka-luka. Setelah itu, tampak ada wanita yang diangkat dari dalam angkot ke atas tempat tidur yang berada di rumah sakit.

Wanita itu disebut tak sadarkan diri. Bagian wajahnya terlihat terluka.

Pada video lain, terlihat ada seorang pengendara sepeda motor yang mengejar angkot bernomor 81. Setelah motor mendekat, terlihat ada seorang pria yang duduk di kursi penumpang tengah menodongkan senjata tajam ke sopir angkot yang tengah melaju itu.

Penodongan sopir angkot itu disebut berkaitan dengan kejadian dua wanita yang melompat dari angkot.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads