Pria di Simalungun Tewas Dihajar Rekan Diduga gegara Tuduh Ambil Kunci Motor

Pria di Simalungun Tewas Dihajar Rekan Diduga gegara Tuduh Ambil Kunci Motor

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 15 Feb 2026 14:38 WIB
Pria di Simalungun tewas dihajar rekan diduga gegara tuduh ambil kunci motor
Petugas inafis saat olah TKP kejadian. (Foto: dok. Polres Simalungun)
Simalungun -

Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) tewas dihajar rekannya, BS (42) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Peristiwa itu diduga dipicu karena pelaku kesal dituduh mengambil kunci motor korban.

"Motif pembunuhan ini diduga karena pelaku emosi dituduh bahwa kunci sepeda motor korban ada pada pelaku, padahal kunci ada pada korban sendiri," kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Minggu (15/2/2026).

Verry mengatakan peristiwa itu terjadi di salah satu kafe di Nagori Pulo Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Rabu (11/2). Kejadian berawal pada Selasa (10/2) sekira pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban bersama pelaku BS dan seorang teman mereka berangkat bersama dari rumah menuju kafe dengan mengendarai dua unit sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesampainya di lokasi, mereka memesan minuman tuak dan tiga bir. Mereka minum bersama sekitar dua jam," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lalu, sekira pukul 01.30 WIB, korban pun menanyakan soal keberadaan kunci motornya kepada pelaku. Padahal kunci tersebut sejak awal dipegang oleh korban, bukan pelaku.

Pelaku pun tersinggung dan langsung emosi. Kemudian, pelaku mengambil botol bir yang mereka minum dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak satu kali hingga botol pecah.

Akibat kejadian itu, kepala korban berdarah. Pemilik kafe yang melihat aksi pelaku itu langsung berupaya menghentikannya. Setelah itu, pemilik kafe menyuruh korban untuk pulang.

Korban pun pulang dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan, korban kehilangan kesadaran usai dipukul oleh pelaku tersebut.

"Dalam kondisi berdarah, korban pergi mengendarai sepeda motornya dan kehilangan kesadaran," jelasnya.

Keesokan harinya sekira pukul 06.50 WIB Unit Lantas Polsek Tanah Jawa mendapat informasi soal adanya kecelakaan di Huta III Pulo Bayu. Petugas yang menerima informasi itu pun turun ke lokasi.

Di lokasi, petugas menemukan sepeda motor diduga milik korban di pinggir parit. Kondisi motor sudah ringsek. Selain itu, ditemukan juga bekas benturan di tebing tanah.

Namun, saat itu, korban tersebut tidak ada ditemukan di dekat motornya. Alhasil, petugas pun berupaya mencarinya. Belakangan, sekira pukul 16.00 WIB sore, warga menemukan jasad korban di aliran Bondar Sipangan Bolon, Nagori Pulo Bayu.

"Berdasarkan simulasi dari keterangan-keterangan yang telah diambil, korban setelah dipukul dengan botol, dalam keadaan berdarah pergi menggunakan sepeda motor dan kehilangan kesadaran, sehingga terjatuh di pengairan sawah sekitar TKP," ungkap Verry.

Setelah itu, petugas membawa jasad korban ke RSUD Djasemen Saragih untuk diautopsi. Hasil autopsi, ditemukan pendarahan di kepala korban akibat pukulan keras yang dilakukan oleh pelaku BS.

Petugas kepolisian pun menyelidiki kejadian itu dan menangkap pelaku BS di rumahnya dalam hitungan beberapa jam setelah kejadian. Kini pelaku BS telah ditahan di kantor polisi.

"Ini adalah keberhasilan luar biasa Polres Simalungun dalam mengungkap dan mengamankan pelaku tindak pidana pembunuhan dalam hitungan jam," ujarnya.




(fnr/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads